Ini Harapan Pemilik Rumah di Lokasi Bencana Talut Ambles di Imogiri Bantul

Wakimin juga sangat berharap pada pemerintah untuk melakukan perbaikan talut yang rusak seperti sedia kala.

Ini Harapan Pemilik Rumah di Lokasi Bencana Talut Ambles di Imogiri Bantul
tribunjogja/ahmad syarifudin
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto tengah mengunjungi lokasi Amblasnya talud sungai opak di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Sriharjo, Imogiri, Minggu (14/01/2018) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemilik rumah bencana talut sungai Opak yang ambles di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Sriharjo, Imogiri, Wakimin, berharap ada uluran kasih dari pemerintah untuk bisa membantu perbaikan rumah miliknya.

"Pemerintah semoga nantinya bisa membantu normalisasi sungai Opak sehingga musim hujan tidak banjir. Saya berharap juga pemerintah bisa membantu perbaikan rumah. Saya sudah tidak punya biaya," ujar Wakimin, ketika ditemui di sela-sela pembongkaran rumah miliknya, Minggu (14/1/2018).

Pasalnya, akibat bencana talut sungai opak ambles, rumah miliknya terpaksa dibongkar untuk mengurangi beban tanah.

Selain bantuan renovasi, Wakimin juga sangat berharap pada pemerintah untuk melakukan perbaikan talut yang rusak seperti sedia kala.

"Talut yang ambles itu, saya juga berharap nantinya bisa ada perbaikan yang kuat. Dibronjong," harapnya.

Wakimin merupakan satu di antara dua kepala keluarga yang terdampak pada bencana talut Sungai Opak yang mulai Ambles, pada Jumat (12/01/2018).

Rekahan amblesnya talut mulai merembet membesar pada Minggu (14/01/2018) pagi.

Kontan saja, satu lagi korban terdampak yang rumahnya turut serta dibongkar adalah Hediati.

Ia tidak lain merupakan anak Wakimin.

Rumah keduanya bersebelahan.

Dikatakan Wakimin, semenjak rumahnya dibongkar, untuk berteduh, ia bersama anak dan istrinya tidur dan istirahat di rumah saudara.

"Kejadian ambles kan mulai hari Jumat. Kemudian sabtu rumah saya dibongkar. Minggu ini amblesnya tambah lebar, sehingga rumah anak saya (Hediati) turut dibongkar atap dan usuknya," jelasnya.

"Saya, istri dan akan saya ada 6 jiwa. Kita mengungsi di tempat saudara," pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved