TribunJogja/

Fokus Tangani KLB, Bio Farma Tunda Ekspor Vaksin Difteri

Direktur Utama PT Bio Farma (Pesero), Juliman, berkata bahwa Bio Farma telah mengekspor vaksin difteri ke 136 negara.

Fokus Tangani KLB, Bio Farma Tunda Ekspor Vaksin Difteri
dinkespidie
Difteri 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Gerakan anti vaksin masih merebak di Indonesia.

Tak terkecuali pada kejadian luar biasa (KLB) difteri di penghujung 2017.

Beberapa alasan terkait penolakan vaksin muncul.

Mulai dari efek samping vaksin yang membuat suhu badan naik, isu autisme, sampai kandungannya yang diduga berasal dari bahan haram.

Vaksin difteri yang ada di Indonesia diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero).

Distribusi vaksin perusahaan plat merah ini telah tersebar di berbagai belahan dunia.

Direktur Utama PT Bio Farma (Pesero), Juliman, berkata bahwa Bio Farma telah mengekspor vaksin difteri ke 136 negara.

Dari jumlah itu, 50 di antaranya merupakan negara berpenduduk mayoritas Islam.

"Jadi, di luar negeri tidak bermasalah dengan vaksin kita. Tetangga kita juga belinya (vaksin difteri) dari Bio Farma," kata Juliman dalam diskusi di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca: Isu Penularan Difteri Diduga Jadi Faktor Penyebab Penurunan Penjualan Terompet di Yogya

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help