TribunJogja/

Prima Yuliana Ditunjuk Jadi Presiden Sharp Greenerator 2018-2021

Di bawah kepemimpinan Prima Yuliana, kini Sharp Greenerator ditata kembali dengan struktur organisasi terbaru yang disesuaikan dengan minat anggota.

Prima Yuliana Ditunjuk Jadi Presiden Sharp Greenerator 2018-2021
istimewa
Prima Yuliana, Presiden Sharp Greenerator periode 2018 – 2021 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2015, komunitas anak muda peduli lingkungan milik PT Sharp Electronics Indonesia, yaitu Sharp Greenerator tiada hentinya untuk menggalakkan berbagai program peduli lingkungan.

Sebagai rasa syukur PT Sharp Electronics Indonesia atas eksistensi dan kontribusi Sharp Greenerator, Sharp menyelenggarakan perayaan hari jadi yang kedua sekaligus pemilihan kepemimpinan baru pada Desember lalu.

Selain diikuti oleh seluruh anggota Sharp Greenerator yang kini berjumlah 58 orang, perayaan ini juga disaksikan oleh kelima organisasi nirlaba yang menjadi fasilitator sekaligus pendamping selama berlangsungnya kegiatan.

Kelima organisasi nirlaba tersebut adalah Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi), Transformasi Hijau (Trashi), World Wide Fund (WWF) Indonesia, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Kebun Raya Bogor (KRB) LIPI.

Perayaan ulang tahun Sharp Greenerator yang kedua juga diikuti dengan serangkaian pendalaman materi mengenai lingkungan hingga puncaknya yaitu pergantian kepemimpinan anggota untuk periode 2018 – 2021.

Ke depannya, pemimpin baru ini akan menyandang jabatan sebagai presiden yang akan mengarahkan seluruh anggota untuk membuat program-program terbaru seputar lingkungan.

Guna menumbuhkan jiwa kepemimpinan, seluruh anggota diajak untuk mendaftarkan dirinya sendiri sebagai kandidat presiden sejak pertengahan November 2017.

Seluruh pendaftar kemudian disaring kembali menjadi tiga kandidat utama yang selanjutnya berkesempatan mengkampanyekan visi dan misi serta alasannya menjadi Presiden Sharp Greenerator.

Setelah sebelumnya mendapatkan pendalaman materi mengenai situasi lingkungan saat ini, ketiga kandidat juga ditantang untuk menjawab pertanyaan yang diajukan baik dari fasilitator maupun sesama anggota Sharp Greenerator mengenai  berbagai isu seputar lingkungan dan aksi nyata yang akan dilakukan selama era kepemimpinan.

Usai sesi debat, seluruh anggota Sharp Greenerator, fasilitator, hingga perwakilan manajemen PT Sharp Electronics Indonesia turut berkesempatan untuk memberikan suara dan memilih presiden melalui pemungutan suara tertutup.

Halaman
12
Penulis: Gaya Lufityanti
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help