TribunJogja/

Mahfud MD: Jangan Hanya Periksa Dokter Setnov, Periksa Juga Pengurus Rumah Sakitnya

Rumah Sakit serta pengawal Setnov juga harus diperiksa karena ada indikasi ikut serta dalam menghalangi penyidikan yang dilakukan KPK.

Mahfud MD: Jangan Hanya Periksa Dokter Setnov, Periksa Juga Pengurus Rumah Sakitnya
Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ahli hukum tata negara, Mahfud MD turut angkat suara perihal ditetapkanya pengacara dan dokter Setya Novanto sebagai tersangka, baginya pihak lain juga harus diperiksa juga.

Mantan ketua Mahkamakmah Konstitusi (MK) ini berujar bahwa beberapa pihak lainnya seperti pihak Rumah Sakit serta beberapa pengawal Setnov juga harus turut diperiksa karena ada indikasi juga ikut serta dalam menghalangi penyidikan yang dilakukan KPK.

"Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah mengatakan bahwa ini harus diperiksa semua, pengacaranya, dokternya, rumah sakitnya, sopirnya, pengawalnya, penjaga rumah diperiksa semua, jangan-jangan itu konspirasi," ujar Mahfud saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jumat (12/1/2018).

Mahfud menambahkan masih ada kemungkinan campur tangan dokter lainnya, tidak hanya Bimanesh Sutarjo yang waktu itu merawat Setnov usai mengalami kecelakaan mobil.

"Dokternya kan baru satu yang jadi tersangka, dokter Bimanesh, padahal (yang mengurus Setnov) itu tim dokter kan," lanjut Mahfud.

Adanya hal-hal janggal juga merupakan hal yang dicurigai, antara lain ketika Setnov langsung sembuh usai dinyatakan menang dalam pra peradilan serta perihal kamar Rumah Sakit yang sudah dipesan Setnov sore hari sebelum kejadian kecelakaan itu terjadi.

"Usai menang pra peradilan langsung bergegas sembuh, itu kan mencurigakan, dalam hukum itu memang harus mulai dari curiga-curiga itu," ujar Mahfud.

Atas tindakan rumah sakit yang disinyalir ikut membantu Setnov untuk menghindari kasus hukumnya ini, Mahfud mengatakan bahwa rumah sakit dalam hal ini juga patut untuk turut serta diperiksa.

"Jangan lupa periksa juga pengurus rumah sakit, PT atau Badan Hukumnya itu juga harus diperiksa semua agar kedepan tidak lagi terjadi orang mempermainkan hukum," pungkas Mahfud MD. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help