Liga Indonesia

Krisna Adi Tak Sabar Bobol Gawang PSS Sleman

Meski pada ajang Coppa Sleman nanti ia tak lagi berseragam PSIM, namun ia menantikan bertanding dengan PSS Sleman.

Krisna Adi Tak Sabar Bobol Gawang PSS Sleman
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Krisna Adi Darma melakukan selebrasi usai mencetak gol pada kompetisi Liga 2 2017 lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM- Usai resmi menandatangani kontrak untuk bergabung bersama PSMP Mojokerto musim depan, Krisna Adi Darma, eks penyerang PSIM Yogyakarta musim lalu tak sabar untuk bertanding melawan mantan rekannya Rangga Muslim yang kini berseragam PSS Sleman pada ajang Coppa Sleman yang digelar 16-19 Januari mendatang.

Meski pada ajang Coppa Sleman nanti ia tak lagi berseragam PSIM, namun Krisna mengakui jika setiap pertandingan melawan PSS Sleman selalu ia nantikan karena selalu memiliki kesan tersendiri baginya.

"Itu sebagai motivasi dan target pertama saya. Saya bahkan sudah bilang ke pelatih kalau besok lawan Sleman (PSS-red) saya harus main, saya ingin mencetak gol," ujar penyerang yang musim lalu menjadi tumpuan Laskar Mataram di lini depan.

Meski mengaku berat meninggalkan PSIM, namun disisi lain ia merasa senang karena akhirnya kesempatan untuk melawan PSS Sleman yang notabene adalah rival mantan timnya kini bisa terwujud.

Menurutnya, rivalitas dalam sepak bola merupakan satu hal yang membuat sepakbola semakin seru, atau sebagai gayeng-gayeng apalagi pada pertandingan nanti ia akan berhadapan dengan rekan dekatnya yang merupakan teman se-kamar sewaktu membela PSIM.

Bahkan jika pada kompetisi Liga 2 2018 nanti akhirnya harus dipertemukan kembali sebagai lawan dengan tim profesional pertamanya PSIM Yogyakarta, ia justru ingin membuktikan kemampuannya dengan mencetak gol sebagai pembuktian.

"Saya tetap profesional apapun yang terjadi. Kalau besok ketemu PSIM, saya siap main sepenuh hati. Saya justru ingin cetak gol, pasti ada pro kontra. Seandainya nanti seperti itu, apapun yang dibicarakan publik, akan saya jawab dengan prestasi," kata Krisna.

Krisna memutuskan menerima tawaran PSMP Mojokerto karena merasa tenaga sebagai pemain lebih dihargai secara finansial.

Selain itu, motivasi untuk menunjukkan kepada ibunya bahwa sepakbola juga dapat dijadikan penghidupan juga membuat ia kahirnya menerima pinangan PSMP untuk kompetisi Liga 2 musim depan.

"Jangan ragukan cinta saya, saya cinta kalian sampai kapanpun. Saya pasti kan pergi untuk kembali," ujar pesepakbola yang memiliki tatto lambang PSIM di lengannya ini. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help