Dokter Diharap Mampu Memberikan Paslon Terbaik di Pilkada 2018

Pemeriksaan status kesehatan dilakukan dengan menganut prinsip akuntabel, obyektif, ‘confident’ dan profesional.

Dokter Diharap Mampu Memberikan Paslon Terbaik di Pilkada 2018
istimewa
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Yogyakarta, Dr dr Fx Wikan Indrarto SpA 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keberhasilan Pilkada serentak yang dilaksanakan pada Juni 2018 mendatang tidak hanya melibatkan masyarakat sebagai partisipan, namun juga peranan para dokter di dalamnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Yogyakarta, Dr dr Fx Wikan Indrarto SpA menjelaskan bahwa lolosnya Bupati Gunungkidul DIY, Bupati Klaten Jateng, dan Bupati Ogan Ilir Sumsel dalam pilkada sebelumnya, juga ditentukan dari hasil pemeriksaan kesehatan.

"Sumpeno Putro belum genap setahun menjabat Bupati Gunungkidul, telah meninggal 31 Oktober 2010 diduga karena mengalami serangan jantung. Sri Hartini tertangkap KPK pada 31 Desember 2016, dan Ahmad Wazir Nofiadi Bupati Ogan Ilir tertangkap BNN pada Minggu 13 Maret 2016 sebagai pengguna narkoba," terangnya, Sabtu (13/1/2018).

Berdasarkan Peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah, disebutkan persyaratan calon kepala daerah harus mampu secara jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika.

Terkait hal tersebut, KPU telah berkoordinasi dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

"Tim pemeriksa kesehatan ketiganya mungkin tidak mengungkapkan faktor risiko terjadinya serangan jantung, perilaku korupsi dan penyalahgunaan narkoba," tambah Wikan.

Tim pemeriksa kesehatan paslon, lanjutnya, terdiri atas dokter, ahli psikologi klinis, dan pemeriksa bebas penyalahgunaan narkotika yang dapat berasal dari IDI, BNN dan HIMPSI daerah.

Pemeriksaan dilakukan di RSUD atau RSUP di daerah, berdasarkan rekomendasi IDI Cabang dengan Keputusan KPU daerah.

Pemeriksaan status kesehatan dilakukan dengan menganut prinsip akuntabel, obyektif, ‘confident’ dan profesional. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help