Simbah Fariz Syok, Orantuanya pun Terkejut Dapat Kiriman Video

Keluarga mendapat video viral itu bukan dari Fariz, tapi justru dari jejaring media sosial.

Simbah Fariz Syok, Orantuanya pun Terkejut Dapat Kiriman Video
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Fariz Hanafi berfoto bersama keluarga dan Tribun di rumah Mbah Warinem di Dusun Plembutan Kulon, Plembutan, Playen, Gunungkidul 

"Saya dikasih tahu ada video viral dan ditanya apakah benar itu anak saya. Begitu saya putar, langsung saya dengar suara Fariz dan tidak salah itu memang anak saya. Kaget juga tapi ya saya sedikit banyak tahu anak saya suka iseng dan melucu," kata guru SD Siyono l, Wonosari ini.

Karmini sekarang senang, anaknya mampu berkreasi dan membuat sesuatu yang diperbincangkan banyak orang. Namun ia berharap Fariz tidak melupakan tugas utamanya belajar dan menuntaskan pendidikannya.

"Saya terus terang pingin anak saya nanti jadi dai, dakwah. Dulu pernah di pondok, tapi sepertinya dia lebih suka seni musik," ungkap perempuan yang kehidupannya juga berliku seperti kedua orangtuanya yang petani.

"Saya ini tipe serius sebagai pendidik. Diluku dia maunya ke ISI, tapi tidak saya bolehin. Saya nggak sreg sama cara pakaian ala seniman," aku Karmini yang kerap menceritakan penderitaan masa kecilnya kepada Fariz.

Baca: Setelah Tutorial Ngarit, Sekarang Pemuda Gunungkidul Ini Bikin Tutorial Gokil Nyerok Kotoran Sapi

Orangtuanya tidak membolehkan Karmini sekolah karena kondisi ekonomi. Akhirnya Karmini berjuang, merantau jadi pbantu di Semarang, bisa menabung dan akhirnya maksa sekolah di pondok.

Di mata Sarpan dan Karmini, Fariz anak yang keras kepala tapi hatinya mudah luluh jika dikasih tahu dengan lemah lembut. Dia juga anak yang rajin bekerja sejak kecil.

"Istilahnya entengan, mau membantu kerja apa saja. Bahkan ia minta motor trailnya dijual, ditukar pikap, lalu dia buat untuk dagang buah keliling saat sedang tidak ada kuliahi," beber Sarpan.

Sejak sekolah di MAN 1 Wonosari, ketrampilan musik Fariz terasah meski didapatnya otodidak. Ia ikut berbagai lomba musik akustik dan pernah ikut kontes stand up comedy di Wonosari.

Akhirnya, Fariz bisa lolos tes jalur mandiri ke UIN. "Saya berharap dia hobi musik dan tetap bisa menggunakannya untuk berdakwah," kata Sarpan dan Karmini penuh harap.

Fariz Hanafi yang jadi harapan orangtuanya, mengaku ingin menikmati masa mudanya, dan dia menyerahkan segalanya, termasuk masa depannya dalam doa ke Allah SWT.(*)

Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help