TribunJogja/
Home »

DIY

Permintaan Kopi Lokal Naik Tapi Bahan Baku Terbatas

Konsumsi kopi lokal dari dua wilayah di Yogya tersebut terpantau mengalami peningkatan hingga 30 % di awal tahun ini.

Permintaan Kopi Lokal Naik Tapi Bahan Baku Terbatas
Tribun Jogja
Petani kopi merapi samijo menyeruput minuman kopi andalannya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Permintaan Kopi lokal Yogya naik empat kali lipat dibandingkan empat tahun lalu.

Permintaan kopi lokal hasil perkebunan petani di lereng Gunung Merapi dan perbukitan Menoreh terus meningkat seiring makin dikenalnya kopi andalan masyarakat Yogyakarta ini.

Konsumsi kopi lokal dari dua wilayah di Yogya tersebut terpantau mengalami peningkatan hingga 30 % di awal tahun ini.

Samijo petani kopi di lereng Merapi sekaligus pengelola warung kopi Merapi ini mengungkapkan, permintaan kopi bubuk kemasan hasil olahan petani kopi di lereng Gunung Merapi juga mengalami peningkatan yang hampir sama.

Bahkan bila dikalkulasi, saat ini permintaan pasar menembus angka 2 ton perbulan.

Hanya saja lantaran keterbatasan bahan baku, maka produksi total setiap bulan hanya mampu mencukupi separo permintaan saja.

"Untuk menghasilkan 1 ton bubuk kopi, dibutuhkan kira kira 1,3 ton bahan baku. Saat ini kebun kopi di lereng Merapi yang ada dengan luas sekitar 350 hektar baru belum mampu mencukupi permintaan pasar," ujar Samijo, Jumat (12/1/2018).

Lanjut Samijo, dari 1 ton hasil produksi bubuk kopi ini, sebanyak 500 kilogram sudah dalam bentuk kemasan yang dipasarkan ke berbagai supermarket hingga hotel berbintang dengan brand kopi Merapi.

"Selain berusaha meningkatkan kualitas,kami juga kuatkan branding dan terus akan kami genjot penjualan ke kafe dan hotel-hotel yang selama ini belum tersentuh. Untuk varian produk sendiri kami sudah ada lima, Arabica, Robusta, Green Coffee, Lanang dan Jahe. Kendalanya karena ini musim kemarau basah, bisa gagal pengeringan setelah di panen, tapi masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan terapi," ungkap Samijo. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help