Maksimalkan Layanan Rumah Sakit JIH Hadirkan Poli Tumbuh Kembang Anak

Poli Tumbuh Kembang Anak didedikasikan khusus untuk membantu orangtua dalam mengatasi permasalahan pada anak secara tepat.

Maksimalkan Layanan Rumah Sakit JIH Hadirkan Poli Tumbuh Kembang Anak
istimewa
Rumah Sakit JIH menghadirkan Poli Tumbuh Kembang Anak yang didedikasikan khusus untuk membantu orang tua dalam mengatasi permasalahan pada anak secara tepat. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - JIH'>Rumah Sakit JIH menghadirkan Poli Tumbuh Kembang Anak yang didedikasikan khusus untuk membantu orangtua dalam mengatasi permasalahan pada anak secara tepat.

Layanan tersebut sendiri untuk memaksimalkan layanan kesehatan anak secara komprehensif.

Deteksi dini terhadap keterlambatan dan gangguan tumbuh kembang anak secara terpadu tersebut melibatkan tim dokter spesialis anak, psikolog, psikiater, serta terapis berpengalaman yang membantu mengembangkan saraf motorik pada anak dengan teknik-teknik fisioterapi khusus anak.

“Poli Tumbuh kembang Anak berada di Poli Anak/ Poli Timur gedung A, didesain khusus menyesuaikan karakter keceriaan anak sehingga menambah kenyamanan pada saat melakukan konsultasi," jelas Dr dr H Bambang Hastha Yoga LB, Sp KJ selaku Direktur Medik dan Keperawatan.

"Selain itu orangtua dapat memantau anak bermain, sambil berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak diruangan yang terhubung dengan ruangan bermain," timpalnya.

Lanjutnya, menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan momentum yang sangat penting, semakin bertambahnya usia anak, maka anak akan semakin tumbuh serta akan semakin banyak memori yang direkam.

"Pertumbuhan adalah bertambah besar anak tersebut, sementara perkembangan adalah kemampuan anak untuk menjadi lebih pintar," cetusnya.

Seorang anak dikatakan normal jika ia dapat berjalan mulai usia 10 hingga 18 bulan, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia.

Untuk itu, orangtua perlu mengenal tanda bahaya (red flag).

"Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum," pungkasnya.

Keterlambatan perkembangan anak sendiri meliputi lambat berbicara, belum bisa berjalan pada usianya, susah berkonsentrasi dan lain sebagainya. (*)

Penulis: app
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help