KPK Ingatkan Saksi dan Tersangka Tak Pura-pura Sakit untuk Hindari Proses Hukum

KPK sudah lama bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia untuk mencari second opinion terhadap kondisi kesehatan seseorang.

KPK Ingatkan Saksi dan Tersangka Tak Pura-pura Sakit untuk Hindari Proses Hukum
Kompas.com/Robertus Belarminus
Ketua DPR RI Setya Novanto tidak memakai kursi roda lagi setelah selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (20/11/2017) dini hari 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK tidak bisa dengan mudah dibohongi saksi maupun tersangka yang berpura-pura sakit demi menghindari proses hukum.

KPK sudah lama bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia untuk mencari second opinion terhadap kondisi kesehatan seseorang.

"Kami saling kerja sama di sini agar ke depan alasan medis yang direkayasa atau diibuat tidak penghambat kasus korupsi," ujar Febri di Sekretariat ICW, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Baca: Pengakuan Fredrich Yunadi Mundur dari Tim Kuasa Hukum Setya Novanto

Febri mengatakan, KPK akan lebih memercayai rekam medis yang dilakukan IDI ketimbang tersangka.

Ia mencontohkan, kasus mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

KPK telah menetapkan dokter Bimanesh dan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka.

Keduanya diduga bersekongkol melindungi Novanto dengan dalih proses pengobatan di rumah sakit.

Novanto kembali berulah di sidang pertama. Ia kembali mengeluh sakit kepada hakim.

Baca: Tujuh Fakta Bimanesh Sutarjo, Dokter RS Pertama Hijau Yang Jadi Tersangka KPK

Jaksa KPK sampai menghadirkan beberapa dokter untuk memeriksa Novanto.

Hasilnya, Novanto dinyatakan sehat dan sidang pun dilanjutkan.

"Ke depan harapannya bisa jadi pesan pihak lain, saksi, tersangka, Anda tidak bisa gunakan alasan seolah sakit untuk menghindar dari proses hukum," kata Febri.(*/KOMPAS.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help