Kerap Banjir, Luweng di Semanu Akan Dinormalisasi

Luapan air juga berdampak terhadap keberadaan obyek wisata cave tubing Kalisuci yang ditutup sementara demi alasan keamanan.

Kerap Banjir, Luweng di Semanu Akan Dinormalisasi
tribunjogja/rendika ferri
Warga tengah mengambil air sembari menggendong anaknya, di Telaga Jonge, di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Luapan Telaga Jonge dan Telaga Sureng di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul menyebabkan jalan desa terendam dan tak dapat dilalui.

Obyek wisata pemanduan Gua pun ditutup sementara.

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, mengatakan, akibat luapan Telaga Jonge dan Sureng membuat jalan desa terendam.

Hujan yang turun dengan deras di Pacarejo, membuat telaga tidak mampu menampung air yang masuk dan meluap ke wilayah sekitar

Ia menuturkan, luapan air tak kunjung surung akibat luweng yang tersumbat.

Setidaknya terdapat enam luweng di Desa Pacarejo dalam keadaan tersumbat, sehingga serapan air kurang maksimal.

"Ada enam luweng dan kondisinya butuh dinormalisasi. Untuk mencegah banjir kembali terulang, kami sudah melakukan koordinasi guna melaksanakan program normalisasi,” katanya.

Luapan air juga berdampak terhadap keberadaan obyek wisata cave tubing Kalisuci.

Obyek wisata minat khusus tersebut ditutup sementara demi alasan keamanan.

"Untuk sementara obyek ini ditutup karena luapan aliran sungai di Kalisuci, jika sewaktu-waktut terjadi lagi banjir,"ujarnya.

Menurut dia, penutupan tidak lepas karena ketinggian air sungai yang melebihi batas aman.

Sementara untuk akses cave tubing juga sangat bergantung dengan debit air di aliran sungai.

“Untuk penutupan, kami belum tahu dilakukan sampai kapan. Yang jelas, untuk saat ini masih ditutup,” imbuhnya. (*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help