TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Keberadaan Bandara Baru Dinilai Dapat Naikkan PAD Sleman

Pemkab Sleman sendiri optimis pemindahan bandara komersial dari wilayah Sleman ke Kulonprogo tidak akan berefek negatif terhadap potensi daerah.

Keberadaan Bandara Baru Dinilai Dapat Naikkan PAD Sleman
Pemkab Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman, khususnya sektor pariwisata diprediksi akan meningkat degan keberadaan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Pemkab Sleman sendiri optimis pemindahan bandara komersial dari wilayah Sleman ke Kulonprogo tidak akan berefek negatif terhadap potensi daerah.

"Potensi PAD kita tidak akan berkurang dengan pembangunan proyek bandara di Kulonprogo. Justru diuntungkan karena adanya bandara baru akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," jelas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Harda Kiswaya.

Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi untuk level nasional juga akan diprediksi mencapai lima persen.

Tentu jika tercapai, maka hal tersebut juga akan berpengaruh positif kepada perekonomian di daerah.

Baca: Minggu Depan, ORI Sampaikan Hasil Akhir Investigasi Kasus Pengosongan Lahan NYIA

"Ditambah dengan banyaknya permohonan pendirian hotel baru di Sleman, kendati belum bisa terealisasi lantaran penerapan kebijakan moratorium," terangnya.

Lanjut Harda, PAD sebesar Rp1 triliun bukan tidak mungkin dapat dicapai Sleman dalam waktu dua tahun mendatang.

Target tersebut dipatok dengan pertimbangan capaian PAD tahun 2017 yang mencapai Rp 825,38 miliar.

Perolehan pendapatan itu jauh melebihi target yang ditetapkan senilai Rp 718,15 miliar.

Angka Rp825 miliar lebih tersebut terdiri dari target wajib pajak yang targetnya Rp449,6 miliar dapat tercapai Rp528,4 miliar.

Sementara itu untuk retribusi daerah tercapai Rp48,4 milyar dari target sebesar Rp42,6 miliar.

Baca: Lebih Mirip Bebek Daripada Angsa, Tugu Kota Dibongkar Seusai Diresmikan

Begitu pula dengan hasil pengolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercapai Rp 36,2 miliar atau sesuai dengan target yang ada.

Sementara untuk lain-lain pendapatan asli daerah yang sah dari target Rp189,5 miliar mampu tercapai Rp211,8 miliar.

"Dari berbagai sumber pendapatan itu, capaiannya selalu melebihi target sehingga kami berani berambisi dalam kurun 2 tahun mendatang, pendapatan asli daerah bisa mencapai Rp 1 triliun," pungkas Harda. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help