TribunJogja/

Buah Bibir

Inilah Kesan Mahasiswi UII Ini Selama Kuliah di Yogyakarta

Dari berkuliah di Yogya, dirinya banyak mendapatkan teman baru yang berasal dari berbagai daerah.

Inilah Kesan Mahasiswi UII Ini Selama Kuliah di Yogyakarta
Tribun Jogja/ Tantowi Alwi
Hanum Azizah, Mahasiswi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) saat ditemui Tribun Jogja, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hanum Azizah, Mahasiswi Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) mengungkapkan berbagai hal yang paling berkesan saat di Yogyakarta.

Menurutnya, dari berkuliah di Yogya, dirinya banyak mendapatkan teman baru yang berasal dari berbagai daerah.

Ia yang berasal dari Ponorogo begitu merasakan perbedaan karakter dari teman-temannya yang berasal dari daerah lain.

"Kalau di daerah saya budaya begitu-begitu saja, jadi terbuka pikirannya. Orang dari daerah ini seperti ini karakternya, akhirnya jadi tahu," ungkap Hanum.

Selain itu, selama kuliah di Psikologi UII, dirinya jadi termotivasi untuk belajar lebih giat dan ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Ketemu dosen yang luar biasa. Mereka kuliah S2 di Jerman, Inggris jadi memotivasi saya. Ingin sekolah lagi," tuturnya.

Bahkan saat ini, dirinya mengaku sudah merencanakan apa saja yang akan dicapai setelah lulus kuliah.

"Selesai S1, saya kerja dulu sambil cari beasiswa untuk S2. Kemudian, kalau ke depannya ada dana sendiri, mau melanjutkan S3," ujar Hanum.

Lulus sebagai sarjana strata-1, Hanum ingin bekerja sebagi Human Resource Development (HRD) di sebuah perusahaan.

"Saya ambil konsentrasi Psikologi Industri dan Organisasi, cita-citanya yang terdekat jadi HRD dan ke depannya ingin jadi dosen," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanum juga berpesan kepada anak-anak muda lainnya agar fokus dengan tugas perkembangan.

"Di umur sekarang, apa yang harus dicapai apa. Terus belajar untuk mempersiapkan jenjang berikutnya. Bagaimana membentuk karakter diri," ujarnya.

Menurutnya, membentuk karakter itu penting.

"Setelah lulus terus bekerja dan terikat dengan sistem, kalau tidak displin itu pasti susah sekali," ujarnya. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help