Cabor Takraw dan Tinju Kehilangan Hak Suara dalam Musyawarah Olahraga Kota

Dengan tidak adanya PERTINA dan PSTI, maka total suara dalam Musorkot KONI Kota Yogya sebanyak 40 suara.

Cabor Takraw dan Tinju Kehilangan Hak Suara dalam Musyawarah Olahraga Kota
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Ketua KONI Kota Yogya, Santoso Budihardjo didampingi ketua SC Musorkot Sunarko dan anggota panitia Trijoko memberikan keterangan pers terkait Musorkot KONI Kota Yogya, Jumat (12/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Olahraga Nasional Indonesia (KONI)'>Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogya akan menggelar Olahraga Kota'>Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot), Minggu (14/1/2018).

Dalam musyarawah yang sekaligus untuk merumuskan kepengurusan baru itu, cabang olahraga (cabor) tinju dan sepak takraw dipastikan tidak mendapat hak suara.

Sekum KONI Kota Yogya, Rob Sumiarno mengatakan kedua pengkot cabang olahraga itu kehilangan hak suaranya menyusul tidak segera digelarnya musyawarah pengkot masing-masing untuk memilih kepengurusan yang baru.

Kendati demikian kedua pengkot tetap diundang.

"Kepengurusan PERTINA dan PSTI sudah habis tapi tidak segera menentukan pengurus baru dan sudah diperingatkan berkali-kali. Meski begitu mereka tetap diundang ke musorkot hanya tidak boleh memberikan suaranya," ungkapnya, Jumat (12/1/2018).

Dengan tidak adanya PERTINA dan PSTI, maka total suara dalam Musorkot KONI Kota Yogya sebanyak 40 suara.

Yaitu 36 pengkot cabor, dua badan funsional seperti SIWO PWI dan Perwosi, serta KONI DIY dan pengurus lama dimana masing-masing pihak ini mendapatkan satu hak suara.

Menurutnya Musorkot KONI Kota Yogya terdiri dari sejumlah agenda. Diawali dengan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2014-2017, paparan program kerja, pembagian komisi, hingga pemilihan ketua umum.

"Untuk pemilihan ketua umum, ada sejumlah persyaratan untuk menjadi ketua umum. Di antaranya bakal calon yang diusung harus mendapatkan minimal 15 suara dengan berkas yang diisi oleh pemilik suara saat registrasi. Sehingga bakal calon baru diketahui saat Musorkot berlangsung," paparnya.

Ketua Umum KONI Kota Yogya, Santoso Budihardjo mengatakan Musorkot kali ini digelar lebih cepat empat bulan dari rencana semula.

Hal ini dilakukan untuk kesinambungan anggaran yang dikelola pengurus baru.

"Sebenarnya KONI periode ini baru selesai Mei 2018 nanti tapi kami majukan bulan ini digelar. Alasannya karena ada kesinambungan terutama pengelolaan dana 2018 dan 2019 sudah bisa dikelola pengurus baru, telebih Kota Yogya juga akan menjadi tuan rumah Porda DIY 2019 sehingga butuh persiapan jangka panjang bagi pengurus baru," ungkapnya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved