TribunJogja/

Begini Kekecewaan PHL Pemkab Bantul yang Merasa Diberhentikan Secara Sepihak

Pemkab Bantul dianggap telah melakukan pemberhentian secara sewenang-wenang.

Begini Kekecewaan PHL Pemkab Bantul yang Merasa Diberhentikan Secara Sepihak
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Puluhan pekerja harian lepas (PHL) dari berbagai instansi di wilayah pemkab Bantul mendatangi Kantor Gubernur DIY, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pekerja Harian Lepas (PHL) Pemkab Bantul merasa kecewa dengan pemberhentian yang dianggap dilakukan secara sepihak oleh Pemkab Bantul.

Ratusan pekerja harian lepas yang diwakili puluhan orang tersebut pun melakukan aksi untuk mengungkapkan kekecewaannya, ke kantor Gubernur DIY, di Kompleks Kepatihan, Jumat (12/1/2018).

Sebab Pemkab Bantul dianggap melakukan pemberhentian sewenang-wenang.

"Jika kami memang mempunyai kesalahan kami ingin ditunjukkan, mana kesalahan kami, dan sampai saat ini kami tidak diberi SK pemutusan kerja atau apapun, hanya ada selember kertas dari hasil tes psikotes," ujar Koordinator aksi, Raras Rahmawatiningsih, usai melakukan audiensi dengan Pemda DIY.

Sebelumnya pemberhentian para PHL ini disinyalir karena mereka tidak lolos psikotes yang memang sudah dilakukan secara rutin.

Namun ternyata para PHL yang hasil psikotesnya dianggap tidak lulus kemudian diberhentikan oleh Pemkab Bantul.

Para PHL yang diberhentikan tersebut mengaku tidak menyangka jika diberhentikan secara tiba-tiba seperti ini, karena banyak dari mereka yang telah mengabdi hingga belasan tahun lamanya.

"Selama ini kami digaji di bawah UMR kami diam saja, tanpa jaminan kesehatan kami juga diam saja, tapi ketika kami diberhentikan seperti ini, sakit rasanya dan kecewa dengan pemerintahan yang ada sekarang," lanjut Raras.

Ke depanya, mereka mengaku akan terus menuntut hak mereka kepada pemerintah agar bisa dipekerjakan kembali seperti sedia kala. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help