Tahun 2018 Ini, Luas Minapadi di Sleman Ditargetkan Bertambah 20 Hektare

Sejauh ini 17 kecamatan di Sleman sudah merata mengembangkan minapadi, meski tidak semua kecamatan antusias.

Tahun 2018 Ini, Luas Minapadi di Sleman Ditargetkan Bertambah 20 Hektare
TRIBUNJOGJA.com | Bramasto Adhy
Petani memberi pakan ikan di area persawahan yang menerapkan mina padi dengan ikan nila di Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Selasa (11/10). Usaha budi daya ikan di area persawahan tersebut sebagai bentuk pengoptimalan lahan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman di tahun 2018 ini akan mendorong pertumbuhan luas minapadi yaitu metode pertanian yang menggabungkan tanam padi dengan budidaya ikan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Suwandi Aziz, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menjelaskan pada tahun 2017 luas minapadi di Sleman mencapai 108 hektare.

Tahun 2018 ini, ditargetkan luas tersebut akan bertambah 20 hektare, atau menjadi 128 hektare.

Aziz pun menjelaskan, dibanding metode bioflok, minapadi lebih dipilih karena mudah untuk dikelola petani. Selain itu lebih efisien terkait keuntungan bagi petani.

"Kita lebih mengarah minapadi. Boflok teknologi tinggi, jadi tidak setiap petani ikan mampu mengelola itu. Meskipun program itu (bioflok) ada tidak begitu kita gencarkan, risiko juga tidak kecil baik dari alat maupun juga pegawasannya. Karena tidak boleh sedikitpun ikan kekurangan oksigen," jelas Aziz.

Selain itu minapadi juga melibatkan beberapa pihak mulai dari kelompok tani, kelompok ikan, dan tokoh masyarakat.

"Kita lebih menuju ke kawasan supaya memudahkan dalam pengaturan air nanti, bagaimana panen memiliki nilai jual yang bagus, bagaimana mrnjual ikannya," terangnya.

Sejauh ini 17 kecamatan di Sleman sudah merata mengembangkan minapadi, meski tidak semua kecamatan antusias.

"Dari antusiasme masyarakat tidak semua kecamatan seperti Minggir tidak semua petani di lahan sawah antusias. Untuk yang antusias Moyudan, Godean, Seyegan, Pakem, Berbah, Kalasan, dan Ngemplak kita dukung supaya lebih bersemangat lagi," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: app
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved