TribunJogja/

Sekolah di Gunungkidul Mulai Terapkan 5 Hari Sekolah

Program belajar mengajar dilaksanakan mulai pukul 07.00 sampai 16.00 selama hari Senin sampai Jumat, sementara hari Sabtu dan Minggu diliburkan.

Sekolah di Gunungkidul Mulai Terapkan 5 Hari Sekolah
togloft.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kebijakan lima hari sekolah atau delapan jam dalam sehari sudah mulai diterapkan di seluruh sekolah setingkat SMA/SMK Negeri di Kabupaten Gunungkidul.

Program belajar mengajar dilaksanakan mulai pukul 07.00 sampai 16.00 selama hari Senin sampai Jumat, sementara hari Sabtu dan Minggu diliburkan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid.

Kebijakan lima hari sekolah sudah diterapkan di seluruh SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Gunungkidul.

Kebijakan tersebut seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter bahwa kegiatan belajar mengajar berlangsung selama 11 jam per hari selama lima hari sekolah.

"Sebelumnya hanya 29 sekolah yang menerapkan kebijakan lima hari sekolah ini, namun sekarang tampaknya sudah semua SMK dan SMA di Gunungkidul menerapkan kebijakan tersebut,” ujar Bahron, Kamis (11/1/2018).

Bahron mengatakan, kebijakan lima hari sekolah ini tidak sesulit yang dibayangkan.

Waktu belajar mengajar akan disesuaikan jadwalnya.

Namun kebijakan ini memang memiliki tantangan tersendiri yakni kesiapan dari sekolah, baik guru maupun siswa.

"Kesiapan lembaga pendidikan itu sendiri bagaimana, Ketika lama tinggal anak di sekolah lebih lama, idealnya didukung dengan fasilitas memadai," ujarnya.

Kendati demikian, Bahron mengatakan kebijakan lima hari sekolah tersebut dikatakannya tidaklah wajib diterapkan.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan SDM guru, sarana dan prasarana, kemudian peserta didik perlu dipersiapkan untuk dapat menerapkan kebijakan lima hari sekolah tersebut.

"Perlu dipersiapkan dari sekolah, guru dan juga siswa. Jangan sampai waktu siswa juga habis untuk belajar dan tidak bersosialiasi dengan keluarga dan lingkungan," tuturnya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help