TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

PN Sleman Eksekusi 6 Bidang Tanah dan Bangunan di Godean

Dalam pokok perkara, jual beli antara penggugat dan tergugat atas enam bidang tanah dan bangunan dinyatakan sah.

PN Sleman Eksekusi 6 Bidang Tanah dan Bangunan di Godean
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Pengadilan Negeri (PN) Sleman melakukan eksekusi enam bidang tanah dan bangunan dengan total luas sekitar 1.800 meter persegi di Sidoarum, Godean, Sleman, Kamis (11/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengadilan Negeri (PN) Sleman melakukan eksekusi enam bidang tanah dan bangunan dengan total luas sekitar 1.800 meter persegi di Sidoarum, Godean, Sleman, Kamis (11/1/2018).

Dalam eksekusi tersebut PN Sleman juga menghadirkan petugas kepolisian untuk pengamanan.

Sukamta, Juru Sita PN Sleman menjelaskan kasus sengketa jual beli tersebut pada prinsipnya sudah memiliki kekutan hukum tetap.

Dalam pokok perkara, jual beli antara penggugat dan tergugat atas enam bidang tanah dan bangunan dinyatakan sah.

"Yang mana hari ini eksekusi. Kemudian dari termohon sudah mengosongkan. Kami sekedar melaksanakan Undang-undang," jelas Kamta.

Kamta menjelaskan kasus tersebut sudah berjalan cukup lama.

"Belum ada kesepakatan karena satu sama lain sudah komunikasi namun belum ada titik temu," ucapnya.

Sementara itu, lanjutnya pengamanan cukup ketat dengan alasan pelaksanaan eksekusi wajib meminta bantuan agar kondusif.

"Dulu memang sempat gagal karena termohon dan pemohon ada kesepakatan yang dituangkan dengan berita acara tertulis dan difasilitasi pengadilan," imbuhnya.

Joko Pitono, Kuasa Hukum Pemohon menjelaskan pihaknya berterimakasih dengan langkah PN Sleman ini.

Namun pihaknya menyayangkan karena bangunan sebagian sudah rusak.

Pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan klien.

"Yang penting prinsipnya sudah dikosongkan meski bangunan sudah tidak sesuai dengan apa yang waktu kita berperkarakan. Saya kuasa hukum pemohon untuk pengosongan sementara ini saya berterima kasih sudah selsesai. Nanti perlu konsultasi dengan klien," terang Joko.

"Tanah dan bangunan semestinya melekat, tapi kenyataan seperti ini. Luas 1.800 meter oersegi kurang lebih. Perkara jual beli, proses cukup lama sejak 2013," pungkasnya. (*)

Penulis: app
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help