TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

ORI DIY Selesaikan 76,17% Laporan Dugaan Maladministrasi dari Masyarakat

Dari 214 laporan yang disampaikan masyarakat sepanjang tahun 2017, 163 laporan atau 76,17% telah selesai dan 52 atau 23,83% masih dalam proses.

ORI DIY Selesaikan 76,17% Laporan Dugaan Maladministrasi dari Masyarakat
TRIBUNJOGJA.COM /Pradito Rida
Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY, Budhi Masthuri saat memaparkan pencapaian ORI DIY di tahum 2017, Kamis (11/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada tahun 2017, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY mendapat ratusan laporan mengenai dugaan maladministrasi dari masyarakat.

Dari jumlah laporan tersebut, sebagian besar diantaranya telah diselesaikan oleh ORI DIY.

"Dari 214 laporan yang disampaikan masyarakat sepanjang tahun 2017, 163 laporan atau 76,17% telah selesai dan 52 atau 23,83% masih dalam proses," kata Kepala ORI perwakilan DIY, Budhi Masthuri, Kamis (11/1/2018).

Diungkapkan oleh Budhi, dari 163 (100%) laporan yang telah selesai, 48,47% dikarenakan permasalahan selesai tuntas.

Sedangkan selebihnya ditutup karena dilimpahkan ke ORI pusat 42 kasus, tidak ditemukan maladministrasi 22 kasus, pelapor mencabut laporan 5 kasus, selesai tuntas 79 kasus, bukan wewenang 3 kasus dan tidak melengkapi data 12 kasus.

"Alasan penutupan laporan itu 48% karena tuntas, 2% bukan wewenang, dilimpahkan pusat 26%, permintaan pelapor 3%, tidak ditemukan maladministrasi 14% dan tidak melengkapi data 7%," tuturnya.

Lanjutnya, mengenai antisiasme masyarakat untuk mengakses pelayanan di ORI DIY pada tahun ini mengalami peningkatan.

Meski jika dibandingkan dengan jumlah pelaporannya masih sedikit.

Menurutnya, antusiasme masyarakat tak lepas dari era digitalisasi saat ini.

"Antusiasme masyarakat dalam mengakses layanan ORI DIY tahun 2017 juga meningkat. Terjadi kenaikan angka akses masyarakat dari 1.600 pada tahun 2016 menjadi 2.723 pada tahun 2017. Sebagian besar masyarakat mengakses layanan Ombudsman melalui telepon, datang langsung, dan sms maupun whatsapp," ulasnya.

"Dari 2700-an akses tersebut, 214 diantaranya sampai pada pelaporan," imbuhnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help