Minggu Depan, ORI Sampaikan Hasil Akhir Investigasi Kasus Pengosongan Lahan NYIA

ORI telah menyelesaikan proses investigasi dan saat ini tengah memasuki tahapan finalisasi penyusunan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP).

Minggu Depan, ORI Sampaikan Hasil Akhir Investigasi Kasus Pengosongan Lahan NYIA
TRIBUNJOGJA.COM /Pradito Rida
Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY, Budhi Masthuri, Kamis (11/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Laporan mengenai dugaan maladministrasi dalam pengosongan lahan dan pembongkaran bangunan warga Temon yang masih berada di area IPL bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo saat ini masih ditindaklanjuti Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY.

Bahkan dari hasil investigasi tim ORI di lapangan menujukkan adanya indikasi maladministrasi dalam kegiatan di Kulon Progo tersebut.

Kepala ORI perwakilan DIY, Budhi Masthuri mengatakan, terkait laporan tersebut, pihaknya telah menyurati pihak Angkasa Pura I (AP I) dengan tembusan pihak terkait lainnya. Adapun surat tersebut berisi mengenai penundaan pembongkaran dan pengosongan di lahan yang akan dibangum Bandara sampai investigasi yang dilakukan pihaknya selesai dilakukan.

Namun, beberapa hari lalu terjadi lagi kericuhan di lokasi pembangunan Bandara NYIA.

Terkait hal itu, pihaknya juga telah menanyakan kepada pihak AP I mengenai non respon dari surat yang diberikan pihaknya beberapa waktu lalu.

Pihak AP pun memberi tanggapan kepada pihaknya.

"Jadi kata pihak Angkasa Pura yang dikosongkannya kemarin adalah yang telah menerima ganti rugi uang. Kalau yang menolak ganti rugi belum ada yang dirubuhkan bangunannya, kemarin hanya membersihkan lahan saja," katanya, Kamis (11/1/2018).

Menanggapi pelaporan empat orang korban yang menjadi korban tindakan kekerasan saat proses land clearing di Temon.

Pihaknya akan memantau perkembangannya, menurutnya hal tersebut sangat benar yaitu melaporkan kepada pihak Kepolisian untuk memprosesnya secara hukum.

Ia menilai, jika nantinya pihak pelapor merasa kecewa barulah dapat melaporkan kepada pihaknya guna mendapat tindakan lebih lanjut.

"Pelaporan kemarin itu akan kita pantau saja, kita harus percaya pada pihak Kepolisian untuk menyelidiki dan itu harus. Jika nantinya kecewa baru bisa melaporkan kepada kami untuk menyelesaikannya," tuturnya.

Kembali ke masalah laporan tersebut, pihaknya telah menyelesaikan proses investigasi dan saat ini tengah memasuki tahapan finalisasi penyusunan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP).

Dikatakannya bahwa hasil tersebut saat ini tengah divalidasi lagi dan akan diserahkan kepada instansi yang terkait dengan masalah di Temon, Kulonprogo.

"Sekarang lagi finalisasi draft laporan investigasi, sekitar 40 halaman hasil pemeriksaan sedang kita validasi dan pertajam. Minggu depan hasil akhir pemeriksaan kami berikan ke AP I, pihak Kepolisian dan PLN, serta tak menutup kemungkinan kepada Pemda Kulon Progo," katanya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved