Corner 52

Tuah Politik Pekerja Kontrak

Sebagai rezim baru, sah-sah saja jika pekerja harian lepas tersebut diklaim sebagai pendukung rezim lama.

Tuah Politik Pekerja Kontrak
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Para PHL yang terkena PHK membntangkan spanduk berisi aspirasi mereka saat mendatangi Kantor DPRD Bantul, Rabu (10/1/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Ratusan Pekerja Harian Lepas (PHL) di Bantul meradang.

Surat yang mereka terima dari intansi tempat mereka bernaung selama ini seperti petir di siang hari.

Mereka begitu terkejut lantaran surat tersebut berisi keputusan bahwa kontrak mereka tidak lagi di perpanjang.

Setiap tahun, dan biasanya di bulan Januari, mereka memang selalu menerima surat yang berisi perpanjangan kontrak.

Namun untuk kali ini, surat yang mereka terima adalah surat “pemecatan” atas mereka.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka yang sudah kadung menyandarkan hidup mereka di pekerjaan yang selama ini mereka tekuni.

Memang bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas di Pemda Bantul menyimpan asa.

Mereka berharap ada peruntungan yang bisa mengubah status mereka menjadi honorer dan kemudian alih jenjang menjadi abdi negara bernama PNS.

Untuk itulah sebagian dari pekerja harian lepas ini tetap bertahan hingga belasan tahun meski yang mereka terima jauh dari kata cukup.

Bahkan di awal-awal status tersebut mereka sandang, beberapa mengakui menerima honor atau upah Rp300 ribu sebulan.

Halaman
123
Penulis: ufi
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help