TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Tinggal di Rumah Gedhek, Pakai Lampu Minyak, Kakek Ini Hidup Sebatang Kara

Di antara riuh rendah traveller dan pesona wisata alam yang memukau itu, terselip kisah mengharukan Mbah Pardi

Tinggal di Rumah Gedhek, Pakai Lampu Minyak, Kakek Ini Hidup Sebatang Kara
TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumarga
MBAH Pardi di pintu masuk rumahnya, persis di tepi jalan desa Mertelu, Selasa (8/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Desa Wisata Mertelu di Kecamatan Gedangsari, kini mulai tersohor.

Wahana flying fox terpanjang di Indonesia ada di pucuk pegunungan utara Gunungkidul ini.

Di antara riuh rendah traveller dan pesona wisata alam yang memukau itu, terselip kisah mengharukan Mbah Pardi, atau biasa dipanggil Mbah Di.

Saya Cukup Tenteram Hidup Seperti Ini

MBAH Pardi sedang rebahan di dipan bututnya saat Tribun mengucapkan salam di depan pintu masuk rumahnya, persis di tepi jalan desa Mertelu, Selasa (9/1/2018).

Siaran radio transistor yang memutar lagu dangdut terdengar berisik alias kemresek. Dendang tembangnya hilang timbul akibat frekuensi radio di wilayah pegunungan tak stabil.

"Assalamualaikum. Kulonuwun Mbah," sapa Tribun. "Wa'allaikumsalam, monggo mlebet," sahut Mbah Di yang tampak kepayahan berusaha duduk.

Suasana di dalam rumah berdinding gedhek (anyaman bambu) itu temaram, kalau tak boleh disebut gelap.

Lantai tanah membuat lembab dan bau apek meruap kuat.

Baca: Memilukan, Wanita Tua Sebatang Kara ini Meninggal di Kios Sempit di Pasar Burung Kota Magelang

Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help