Home »

DIY

Ricuh Land Clearing Lahan Bandara Kulon Progo, Warga Laporkan Aparat ke Polda DIY

Peristiwa kekerasan yang terjadi dua hari kemarin merupakan tindakan yang tidak seharusnya terjadi.

Ricuh Land Clearing Lahan Bandara Kulon Progo, Warga Laporkan Aparat ke Polda DIY
TRIBUNJOGJA.COM / HASAN SAKRI
Sejumlah aktivis yang menjadi pendamping warga penolak pembangunan bandara mendatangi Mapolda DI yogyakarta untuk mebuat laporan atas tindakan represif petugas saat berlangsung proses pembersihan lahan untuk pembangunan bandara New Yogyakarta Internationak Airport di Mapolda DI Yogyakarta, Rabu (10/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) beserta tim penasihat hukum mendatangi Mapolda DIY sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (10/1/2018).

Rombongan PWPP-KP dan tim kuasa hukum tersebut melaporkan kekerasan yang terjadi saat proses pembersihan lahan (land clearing) proyek pembangunan bandara NYIA di Temon, Kulon Progo, pada 8 dan 9 Januari 2018.

Teguh Purnomo, salah satu tim kuasa hukum PWPP-KP mengatakan peristiwa kekerasan yang terjadi dua hari kemarin merupakan tindakan yang tidak seharusnya terjadi.

"Aparat yang kami harapkan mengamankan kedua belah pihak ternyata ada yang khilaf melakukan penganiayaan terhadap warga sehingga kami melaporkan ke Polda DIY," kata Teguh.

Baca: Relawan Penolak Bandara Diminta Gunakan Intelektualitasnya Bantu Warga

Menurutnya, banyak aparat yang terlibat pada saat proses pembersihan lahan, sehingga siapapun yang melakukan kekerasan agar diproses secara hukum.

"Kami sudah membawa bukti-bukti berupa gambar dan video, serta para korban kekerasan kemarin. Kami siap melakukan prosedur secara hukum," tuturnya.

Ditambahkan Teguh, pada saat di lapangan aparat yang mengamankan terdiri dari pihak kepolisian, TNI AU, dan Satpol PP, sehingga terkait dengan pelaporan ini pihak Polda DIY diminta tidak pandang bulu untuk melakukan tindakan hukum, bilamana dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan kepada warga.

"Siapapun yang terlibat, saya harapkan tidak pandang bulu terhadap kasus ini," ujar Teguh.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help