PWPP-KP Nilai Aparat Telah Lakukan Kekerasan kepada Warga

Rombongan PWPP-KP dan tim kuasa hukum tersebut melaporkan kekerasan yang terjadi saat proses pembersihan lahan (land clearing).

PWPP-KP Nilai Aparat Telah Lakukan Kekerasan kepada Warga
tribunjogja/tantowi alwi
Para korban kekerasan bersama tim kuasa hukum di Mapolda DIY, Rabu (10/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) beserta tim penasihat hukum mendatangi Mapolda DIY sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (10/1/2018).

Rombongan PWPP-KP dan tim kuasa hukum tersebut melaporkan kekerasan yang terjadi saat proses pembersihan lahan (land clearing) proyek pembangunan bandara NYIA di Temon, Kulon Progo, pada 8 & 9 Januari 2018.

Dari rilis yang diterima, warga yang tergabung dalam PWPP-KP menyebutkan telah mengalami banyak kekerasan dalam pembangunan proyek infrastruktur Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) sejak 27 November 2017 sampai 9 Januari 2018.

Kekerasan yang dialami yakni mulai dari saat berlangsungnya pencongkelan meteran, pintu, jendela, kemudian ada pemukulan, penyeretan, pencekikan, dan penendangan.

Selama ini PWPP-KP mengaku belum pernah menggunakan hak konstitusional/hak hukum terkait kasus-kasus kekerasan tersebut.

Sehingga, pada hari ini (Rabu) resmi menggunakan hak konstitusional dengan melaporkan kasus kekerasan yang dialami pada 8 dan 9 Januari 2018 kemarin.

PWPP-KP menyebutkan aparat keamanan yang bertugas di lapangan serta Angkasa Pura I tidak hanya menghancurkan sumber penghidupan warga, tetapi juga melakukan kekerasan kepada warga dan relawan hingga luka-luka.

Terdapat empat pelapor yaitu satu orang warga yang menjadi korban pada 8 Januari dan tiga relawan yang menjadi korban pada 9 Januari, keempatnya resmi melaporkan tindak kekerasan tersebut ke Polda DIY.

Para korban ataupun pelapor tersebut bernama Suyadi, Rizki Maulana, Syauqi Abdurahman, dan Heronimus.

Halaman
12
Penulis: Tantowi Alwi
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved