Home »

DIY

» Bantul

Libur Akhir Pekan, Remaja Perempuan Rawan Jadi Sasaran Pria Hidung Belang

Kebijakan lima hari sekolah yang dicanangkan Kemendikbud RI, menimbulkan gejolak pro dan kontra di tengah masyarakat.

Libur Akhir Pekan, Remaja Perempuan Rawan Jadi Sasaran Pria Hidung Belang
Reuters
Ilustrasi prostitusi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan lima hari sekolah yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, menimbulkan gejolak pro dan kontra di tengah masyarakat.

Bahkan, ada yang menganggapnya rawan menimbulkan permasalahan baru.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) DIY, Sari Murti, dimana kebijakan meliburkan siswa di hari Sabtu dan Minggu, kini telah memunculkan gejala sosial yang meresahkan.

Ancaman itu, berkaitan dengan masalah porstitusi.

"Kita tahu, sekarang akan diberlakukan Sabtu libur, ini sudah tampak gejala, anak-anak perempuan muda yang tidak di kota banget, tapi juga tidak di desa banget, mereka ditawari, dalam tanda kutip, dijadikan wanita penghibur di akhir pekan," ungkapnya, Rabu (10/1/2018).

Mirisnya, tutur Sari, si anak pun bersedia, atau dengan senang hati menerima tawaran dari pria hidung belang tersebut, lantaran tergiur dengan iming-iming yang dijanjikan.

Menurutnya, hal tersebut rawan terjadi, karena minimnya pendampingan dan perhatian dari orang tua.

"Saat orang tua tidak perhatian pada anak-anaknya, kesempatan ini dimanfaatkan pihak ke tiga. Anak-anak ini kan pengen bergaya hidup seperti anak kota, sementara orang tua tidak mampu. Terus, duitnya dari mana? Ya dari situ tadi," tuturnya.

Baca: Fenomena Prostitusi Pelajar di Jogja - Bolos Sekolah Demi Lembaran Rupiah dari Pria Hidung Belang

Sari memaparkan, polemik tersebut rawan mengancam anak-anak usia 14-15 tahun, atau pelajar SMP.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help