Karena Cuaca Super Dingin, Rambut Bocah Laki-laki Ini Membeku Saat Sampai Sekolah

Fu Heng, kepala sekolah SD Zhuanshanbao, Tiongkok adalah orang yang memotret bocah laki-laki yang kedinginan saat tiba ke sekolah ini.

Karena Cuaca Super Dingin, Rambut Bocah Laki-laki Ini Membeku Saat Sampai Sekolah
http://metro.co.uk
Bocah laki-laki berusia 10 tahun ini datang ke sekolah dengan pipi merah dan rambut membeku seperti es. 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun tiba ke sekolah dan langsung menarik perhatian karena rambutnya memutih dan mengeras seperti es.

Fu Heng, kepala sekolah SD Zhuanshanbao, Tiongkok adalah orang yang memotret bocah laki-laki yang kedinginan saat tiba ke sekolah ini.

Bocah yang tidak disebutkan namanya ini datang dengan pipi merah dan rambutnya sudah membeku seperti es.

Rupanya, dia telah melalui perjalanan panjang ke sekolah di tengah cuaca super dingin yang terjadi di Tiongkok.

Suhu di Tiongkok saat bocah itu berangkat ke sekolah adalah minus 9 derajat celcius.
Suhu di Tiongkok saat bocah itu berangkat ke sekolah adalah minus 9 derajat celcius. (http://metro.co.uk)

Anak kelas tiga SD ini berjalan lebih kurang tiga mil dengan suhu -9 (minus sembilan) derajat celcius.

"Ini adalah hari pertama ujian akhir. Suhu udara turun sampai minus sembilan derajat celcius selama 30 menit pagi ini," kata Fu, seperti dilansir Tribunjogja.com dari laman Metro.

Selain pipinya memerah dan rambutnya membeku, tangan bocah ini juga terlihat mengering.

Selain rambutnya yang membeku, tangan anak ini juga mengering.
Selain rambutnya yang membeku, tangan anak ini juga mengering. (http://metro.co.uk)

Sesampainya di sekolah dan duduk untuk mengerjakan ujian, dia sempat diejek teman-teman sekelasnya.

Menurut penuturan Fu, anak ini tidak tinggal bersama kedua orangtuanya.

Dia tinggal bersama saudara dan kerabatnya.

Kedua orangtuanya bekerja di luar kota untuk mendapatkan uang.

Anak ini setiap hari harus berangkat sekolah dengan berjalan kaki sekitar tiga mil atau 4,8 km.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help