Anggotanya Acungkan Jari Tengah Kepada Penolak Bandara, Polres Kulonprogo Minta Maaf

Oknum anggota tersebut diakui telah menunjukkan gerak fisik yang terkesan menghina, yakni mengacungkan jari tengahnya.

Anggotanya Acungkan Jari Tengah Kepada Penolak Bandara, Polres Kulonprogo Minta Maaf
tribunjogja/singgih wahyu
Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Dharma 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kepolisian Resor Kulonprogo menyampaikan permohonan maafnya atas tindakan tak etis dari seorang anggotanya saat proses pembersihan lahan bandara, Selasa (9/1/2018).

Oknum anggota tersebut diakui telah menunjukkan gerak fisik yang terkesan menghina, yakni mengacungkan jari tengahnya ke arah massa penolak bandara.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Dharma mengatakan tindakan tak etis yang dilakukan anggota Satuan Sabhara berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) itu diduga terjadi karena anggota bersangkutan tidak bisa menahan amarahnya saat kondisi mulai memanas dan terjadi aksi saling dorong antara warga penolak bandara dan aktivis relawan dengan aparat keamanan. 

Kondisi saat itu memang cukup panas dan sarat provokasi yang menyulut emosi. Apalagi, saat itu, baju seragam kepala satuannya juga terkoyak dalam adu fisik tersebut. Diakuinya, tidak semua personelnya bisa mengontrol kondisi emosional masing-masing dengan baik, terutama saat kondisi ricuh seperti yang terjadi saat itu.

"Mungkin dia terpancing emosinya. Memang tidak menyerang namun dia menggerakkan tangannya seperti itu. Kami mewakili Kepolisian Republik Indonesia meminta maaf kepada masyarakat, khususnya warga Glagah atas perbuatan tidak etis dari anggota kami," kata Dedi, Rabu (10/1/2018).

Pihaknya langusng mengambil sikap tegas atas tindakan oknum anggota tersebut.

Yakni, menarik dan menonaktifkannya dari pasukan pengamanan kegiatan land clearing hingga batas waktu belum ditentukan.

Teguran keras diberikan kepada anggota tersebut dan selanjutnya menjalani pemeriksaan psikologis sebelum nantinya dijatuhkan sanksi tertentu.

Dedi menyebut pihaknya akan melakukan introspeksi internal terkait kegiatan pengamanan land clearing tersebut.

Ia juga berharap seluruh anggota yang melakukan pengamanan lahan NYIA lebih sabar menghadapi kondisi di lapangan agar tidak terjadi kesalahan serupa. 

Diberitakan Tribun Jogja sebelumnya, relawan solidaritas tolak bandara menyebut petugas keamanan melakukan provokasi.

Di antaranya, ada petugas berseragam yang mengacungkan jari tengah ke hadapan relawan saat situasi mulai panas. (*)

Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help