Terima Sembako, Air Mata Mbah Paikem Luruh dan Teringat Anak Semata Wayangnya

Semenjak anak semata wayangnya menikah dan hidup bersama istrinya, ia mengaku tak memiliki teman berbagi.

Terima Sembako, Air Mata Mbah Paikem Luruh dan Teringat Anak Semata Wayangnya
TRIBUNJOGJA.com | Ahmad Syarifudin
Warga Padukuhan Pringapus, RT 75, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, Kulonprogo - Tak kuasa menahan haru yang berkecamuk dalam sanubarinya, air mata Mbah Paikem (80) seketika jatuh membasahi pipinya yang renta.

Jemarinya yang luruh termakan usia, tak kuasa mengusap air mata yang tak terbendung mengalir deras kala anggota Provos Polda DIY menyambangi rumahnya, Selasa (09/01/2018).

Kedatangan Puluhan anggota polisi dari Provos Polda DIY, Bidokkes dan Polsek Girimulyo yakni untuk membagikan sembako dalam aksi Propam Peduli.

Selain memberikan sembako, melalui Bidokkes, polisi juga memeriksa secara sesama kesehatan Mbah Paikem.

Warga Padukuhan Pringapus, RT 75, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo ini mengaku terharu dan sangat bahagia mendapat bantuan dan uluran kasih anggota polisi.

Pasalnya, ia setiap hari mengaku hidup sendiri.

Semenjak anak semata wayangnya menikah dan hidup bersama istrinya, ia mengaku tak memiliki teman berbagi untuk sekadar mengeluhkan gejolak perasaannya.

"Matur sembah nuwun, semoga Tuhan melancarkan rezeki panjenengan Sedoyo ," ucap Mbah Paikem terbata.

Kepada Tribunjogja.com, Mbah Paikem mengaku menangis lantaran rindu tak terperi pada anak semata wayangnya bernama Surandi yang saat ini menikah dan menetap di Trenggalek.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help