Bandara Kulonprogo

Lagi, Pembersihan Lahan Diwarnai Bentrok Aparat dan Massa Penolak Bandara NYIA

Peristiwa itu terjadi ketika backhoe dikerahkan PT Angkasa Pura I untuk merobohkan pepohonan di wilayah Desa Glagah.

Lagi, Pembersihan Lahan Diwarnai Bentrok Aparat dan Massa Penolak Bandara NYIA
TRIBUN JOGJA | HASAN SAKRI
PENGOSONGAN LAHAN BANDARA. Sejumlahw arga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo melakukan aksi berdoa dibawah hujan saat berlangsung proses pengosongan lahan di Palihan, Temon, Kulonprogo, DI yogyakarta, Senin (27/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kericuhan kembali mewarnai proses pembersihan lahan (land clearing) proyek pembangunan bandara di Temon, Selasa (9/1/2018) pagi.

Tiga orang aktivis solidaritas penolakan bandara diciduk polisi setelah terlibat bentrok.

Peristiwa itu terjadi ketika backhoe dikerahkan PT Angkasa Pura I untuk merobohkan pepohonan di wilayah Desa Glagah.

Ketika alat berat bergerak merobohkan pepohonan yang diduga milik warga penolak dari Pedukuhan Kepek, warga bersama aktivis menggeruduk lokasi dan mencoba menghentikan aktivitas backhoe.

Di sinilah keributan mulai terjadi.

Polisi yang mengamankan kegiatan land clearing berusaha menghalau warga dan aktivis.

Namun tindakan itu berujung pada aksi saling dorong antara massa penolak bandara dan petugas kepolisian hingga terjadi baku hantam.

Tiga orang aktivis dikabarkan diamankan polisi dan langsung dibawa ke Mapolres Kulonprogo untuk proses lebih lanjut.

Pembersihan lahan kemudian tetap dilanjutkan di sisi lahan lainnya setelah kondisi lapangan mulai tenang.

"Mereka (aktivis) diamankan karena memprovokasi warga dan menghalangi upaya pembersihan lahan. Mereka teriak-teriak megonpori warga. Sudah jadi kewajiban kami untuk mengamankan," kata Kepala Bagian operasi Polres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan di lokasi.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help