TribunJogja/

Bentrok Aparat vs Penolak Bandara NYIA, Polisi : Aktivis Halangi Land Clearing, Kami Amankan!

Jika ada upaya penghalangan dari warga dan aktivis, kepolisian akan menjauhkan mereka dari lokasi kegiatan.

Bentrok Aparat vs Penolak Bandara NYIA, Polisi : Aktivis Halangi Land Clearing, Kami Amankan!
TRIBUN JOGJA | HASAN SAKRI
PENGOSONGAN LAHAN BANDARA. Sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo melakukan aksi berdoa dibawah hujan saat berlangsung proses pengosongan lahan di Palihan, Temon, Kulonprogo, DI yogyakarta, Senin (27/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Bentrok antara massa penolak bandara dan aparat kembali pecah dalam proses pembersihan lahan di Desa Glagah, Selasa (9/1/2017). 

Empat orang (sebelumnya diberitakan ada tiga orang) yang diduga dari kalangan aktivis solidaritas penolakan bandara diciduk petugas dan dibawa ke Mapolres Kulonprogo.

Polisi kini masih melakukan pemeriksaan atas empat orang tersebut.

"Keempatnya diamankan karena diduga memprovokasi warga dan menghalangi kerja alat berat yang hendak membersihkan lahan," kata Kepala Bagian Operasi Polres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan di lokasi.

Menurutnya, pemeriksaan keempat orang tersebut tengah ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonprogo.

Belum diketahui identitas jelas keempat orang tersebut.

Polisi juga belum mengetahui apakah keempat orang itu merupakan aktivis yang pernah diamankan dalam proses pembersihan terdahulu atau jutru orang baru.

"Sekarang masih diperiksa. Ditahan atau tidaknya, nanti tergantung pemeriksaan dari Reskrim," kata Sudarmawan.

Pihaknya menegaskan akan berusaha mengamankan kegiata pembersihan itu tetap berjalan.

Jika ada upaya penghalangan dari warga dan aktivis, pihaknya akan menjauhkan mereka dari lokasi kegiatan. 

"Kalau dia mencoba bertahan, seperti berjogkok atau memberatkan badannya, ya kami angkat dan keluarkan dari lokasi supaya alat berat bisa tetap berjalan," kata Sudarmawan.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Dicky Hermansyah mengatakan jajarannya masih memeriksa keempat orang tersebut di Mapolres.

Belum diketahui status orang tersebut sebagai warga, aktivis, ataupun orang tidak dikenal.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help