Sastra

SAJAK : Pagi Selalu Membunuh Mimpi

Apakah diri benar-benar menjadi pengecut atau hanya sekadar matinya rasa

SAJAK : Pagi Selalu Membunuh Mimpi
ist
ilustrasi 

Aku selalu takut ketika pagi tiba
setiap pagi aku pasti mati
terhunus panasnya matahari
menguap ke langit tak akan kembali

Seharusnya bernafas dalam pagi adalah nyawa
karena seisi alam raya bersorak sorai kala baskara menyapa
tetapi yang terasa sebaliknya
apakah diri benar-benar menjadi pengecut atau hanya sekadar matinya rasa

Pagi, semoga kubisa menikmatimu
menjamah wajah, tubuh juga hati
dengan semburat warnamu di langit biru. 

(hendy kurniawan)

Penulis: hdy
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help