Ecowisata Jatisari Tawarkan Berbagai Pesona Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Jika cuaca mendukung, bukit ini juga dapat menyuguhkan pemandangan sunrise yang sangat indah.

Ecowisata Jatisari Tawarkan Berbagai Pesona Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan
ist
Ecowisata Jatisari di Dusun Seropan III, Muntuk, Dlingo, Bantul DIY. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ecowisata Jatisari terletak di Dusun Seropan III, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kab Bantul.

Ecowisata yang berjalan belum genap 2 tahun ini menawarkan berbagai keindahan alam.

Tak hanya sebagai tempat selfie di alam perbukitan, ecowisata ini rupanya juga memiliki wisata alam lainnya yang patut untuk dicoba.

Di antaranya yakni Tebing climbing, camping ground, tracking alam, hingga edukasi tentang penanaman pohon, kebudayaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.

"Kita mengedepankan tentang edukasi, jadi mengajak pengunjung untuk lebih mencintai alam," ujar Sumarno, pembina Ecowisata Jatisari ini.

Ecowisata Jatisari ini pengunjung akan disuguhkan dengan keindahan alam dengan pemandangan bukit yang terbelah oleh liku-liku sungai Oya yang berada tepat di bawah objek wisata ini.

Selain itu, jika cuaca mendukung, bukit ini juga dapat menyuguhkan pemandangan sunrise yang sangat indah.

Saat berada di ecowisata ini, pengunjung juga akan merasakan sensasi seolah negeri di atas awan lantaran, tak jarang kabut berada di sela bukit yang menambah keindahan alam ini.

Pengunjung juga akan dimanjakan oleh beberapa bangunan yang memang dibuat untuk spot selfie dan bergumul bersama kerabat saat berkunjung.

Dengan berbagai bentuk dan tetap mengedepankan alami, bangunan di ecowisata ini hampir semua terbuat dari kayu dan tanpa semen dan pasir yang seolah menambah keasrian dari wisata ini.

"Kita hampir tidak menggunakan semen dan pasir dalam membuat bangunan-bangunannya," lanjut pria asli dusun Seropan ini.

Tak hanya bangunan yang digunakan untuk selfie saja namun pengelola juga menyediakan beberapa bibit tanaman palawija, tumbuhan herbal dan bibit berbagai pohon.

"Misal ada pengunjung yang ingin memiliki kenangan di wisata ini bisa menanam pohon atau tanaman di objek ini jadi bisa menjadi kenangan," lanjutnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help