Sekda DIY Anggap Ketimpangan di DIY Disebabkan Oleh Adanya Kesenjangan Desa Dan Kota

Dalam pengentasan kemiskinan dan memperpendek kesenjangan harus dilakukan program yang berpatokan dengan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM).

Sekda DIY Anggap Ketimpangan di DIY Disebabkan Oleh Adanya Kesenjangan Desa Dan Kota
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingginya rasio gini yang terjadi di DIY menjadi indikasi bahwa DIY menjadi prvinsi dengan ketimpangan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Menyoal hal tersebut, Sekda DIY, Gatot Saptadi menerangkan bahwa adanya ketimpangan disebabkan tidak sejalannya perekonomian antara desa dan kota.

"Saya menengarai ini adalah kesenjangan desa dan kota, sehingga untuk memperpendek kesenjangan harus dilakukan program agar masyarakat dapat eksis dalam ekonominya," ujar Gatot saat ditemui, Sabtu (6/1/2018) di dalem palagan.

Gatot menambahkan bahwa dalam pengentasan kemiskinan dan memperpendek kesenjangan harus dilakukan program yang berpatokan dengan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM).

"Pendidikanya harus terus dioptimalkan, anak anak sekolah di desa harus bersekolah sampai 12 tahun, lalu kesehatannya dan sarana-prasarana juga harus dipenuhi," lanjut Gatot.

Selain hal tersebut ekonomi juga diharapkan dapat digulirkan oleh masyarakat di desa dengan berbagai cara, agar roda perekonomian di daerah pinggiran juga dapat bergerak tidak hanya kota saja.

Sedangkan untuk dana pengentasan kemiskinan di DIY, Gatot mengungkapkan bahwa pengoptimalan dana bisa digunakan dari APBD dan APBN.

"Saya melihat untuk kemiskinan dan kesenjangan, program-program sosial itu sudah cukup membantu seperti Rastra dan Bantuan Makan Non Tunai," pungkas Gatot. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved