Home »

Jawa

PDI Perjuangan Cari Cawagub Jawa Timur Dampingi Gus Ipul, Bu Risma?

Pasca mundurnya Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf. PDI Perjuangan langsung tancap gas

PDI Perjuangan Cari Cawagub Jawa Timur Dampingi Gus Ipul, Bu Risma?
Warta Kota/Henry Lopulalan
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini selesai kosultasi soal pengelolaan hewan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, (20/1/2014) Risma juga melaporkan beberapa pengurus KBS sebelum diambil alih Pemkot Surabaya. 

TRIBUNJOGJA.COM, SURABAYA - Pasca mundurnya Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf, PDI Perjuangan langsung tancap gas mencari sosok penggantinya.

Sekretaris PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari mengatakan kalau partai berlogo banteng itu telah memilah beberapa nama yang akan dipilih untuk menggantikan Anas.

Namun ia menegaskan belum ada satu nama pasti yang saat ini dipilih menggantikan Anas.

Partai sudah menerima mandat pengunduran diri dari Pak Anas. Mulai kemarin partai sedang mencari siapa pengganti yang tepat untuk mendampingi Gus Ipul dalam Pilgub Jawa Timur," ujar Untari, Minggu (7/1/2018).

Disinggung soal nama Tri Rismaharini, Untari mengatakan kalau Risma tidak bersedia maju mendampingi Gus Ipul.

Risma memilih untuk fokus menjalankan amanahnya saat ini sebagai Wali Kota Surabaya.

"Ibu Risma tidak bersedia," papar Untari saat ditemui di Kota Malang.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek terpilih, Emil Elestianto Dardak (paling kiri) dan Mochamad Nur Arifin, mengapit Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Selasa (16/2/2016) disela-sela gladi bersih, di Gedung Negara Grahadi.
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek terpilih, Emil Elestianto Dardak (paling kiri) dan Mochamad Nur Arifin, mengapit Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Selasa (16/2/2016) disela-sela gladi bersih, di Gedung Negara Grahadi. (Surya/Mujib Anwar)

Untari menjelaskan, mundurnya Anas karena tersebarnya skandal foto syur orang nomor satu di Kabupaten Banyuwangi itu.

Untari pun mengatakan, Anas adalah sosok yang gantle karena bertanggungjawab terhadap hal-hal yang tidak patut.

"Kami merasa pak Anas adalah tokoh yang gentle karena merasa ada hal-hal yang sepatutnya tidak dilakukan lalu ia mengembalikan mandat mengundurkan diri," urai Untari.

Untari juga menganggap apa yang terjadi menimpa Anas saat ini adalah upaya black campaign yang dilakukan menjelang Pilgub.

Menurutnya tak sepatutnya hal seperti itu dilakukan.

"Padahal pasangan Gus Ipul dan pak Anas ini akan menjadi pasangan yang sangat kuat sehingga sulit dikalahkan," pungkasnya. (*)

Editor: iwe
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help