TribunJogja/

Penambahan Kriteria Penerima KMS Harus Menunggu Evaluasi DPRD Kota Yogyakarta

Penerima KMS di Kota Yogyakarta pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi berkisar 17.253 KK dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 18.651 KK.

Penambahan Kriteria Penerima KMS Harus Menunggu Evaluasi DPRD Kota Yogyakarta
Ist
kartu menuju sehat (KMS)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerima KMS di Kota Yogyakarta berdasarkan data penerima KMS pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi berkisar 17.253 KK yang diusulkan mendapat bantuan, dibandingkan dengan tahun 2017 yang tercatat 18.651 KK.

Turunnya penerima KMS ini disoroti oleh Antonius Fokki Ardiyanto, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta.

Ia mempertanyakan apakah turunnya penerima KMS ini bisa menjadi satu indikator penurunan angka kemiskinan ataukah sistem regulasi yang perlu ditinjau ulang.

Dijelaskan Ardiyanto, penurunan ini terjadi didasarkan karena pada tahun 2018 Pemkot Yogya berencana akan menambah kategori penerima KMS dari sebelumnya 3 kategori menjadi 4.

Kategori penerima KMS tahun ini adalah warga yang benar benar miskin, kedua adalah warga miskin, ketiga adalah warga rentan miskin, dan keempat yang akan direncanakan yaitu warga yang sebenarnya tidak layak menjadi penerima KMS, namun masih belum mampu mandiri.

"Terkait penambahan parameter penerima KMS hendaknya menunggu hasil evaluasi KMS yang sudah diminta oleh komisi D dalam rencana kerja dengan dinas sosial serta harus menunggu tindak lanjut hasil evaluasi bersama komisi D," terang Ardiyanto melalui keterangan rilisnya pada Tribunjogja.com, Sabtu (6/1/2018).

Lanjut Ardiyanto, ada beberapa hal yang menjadi pencermatan Komisi D yakni adanya permasalahan KMS yang selama ini menimbulkan konflik sosial di masyarakat terutama berkaitan dengan adanya melekatnya program khusus di bidang pendidikan yang melekat.

Kedua, banyaknya kasus penerima salah sasaran yang dibuktikan masih banyaknya golongan mampu yang mendapatkan KMS, hal ini dilihat dari kehidupan sehari hari, misalnya ke sekolah di antar menggunakan mobil pribadi.

"Mekanisme penambahan kategori penerima KMS Kota harus menunggu evaluasi DPRD Kota Yogyakarta," ujar Ardiyanto. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help