Sisi Lain Makam Banyusumurup

Pangeran Pekik Korban Isu Konspirasi Pembunuhan Raja

Kematian Pangeran Pekik pada 1659 merupakan puncak dari intrik yang terjadi di dalam istana.

Pangeran Pekik Korban Isu Konspirasi Pembunuhan Raja
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Pusara Pangeran Pekik di Makam Banyusumurup, Girirejo, Imogiri. Menyatu dalam satu area di sebelah kiri adalah pusara Pangeran Lamongan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Cerita tutur Jawa dalam sejumlah babad menghubungkan kematian Pangeran Pekik dengan Roro Oyi.

Babad Tanah Jawi jelas-jelas menyebut Pangeran Pekik sebagai orang yang punya andil besar atas skandal Roro Oyi dan Putra Mahkota.

Rangkaian peristiwa mematikan berpangkal pada Roro Oyi diduga berlangsung antara 1668-1670. Namun data sejarah mengungkapkan hal berbeda. Pangeran Pekik telah mangkat bertahun sebelumnya, yaitu pada 1659.

Para ahli sejarah Mataram seperti HJ De Graaf meyakini ada kekeliruan penyebutan sosok antara Pangeran Pekik dan Pangeran Purbaya dalam kasus Roro Oyi. Faktualnya, Purbaya lah yang saat itu masih hidup dan terhitung kakek Putra Mahkota.

Menurut tulisan De Graaf, kematian Pangeran Pekik pada 1659 merupakan puncak dari intrik yang terjadi di dalam istana.

Amangkurat I yang berkuasa demikian gelap mata, sehingga paman sekaligus mertuanya pun jadi korban kekalapannya.

Baca: Roro Oyi, Kisah Tragis Gadis Surabaya di Tangan Amangkurat I

Sebab pembunuhan Pangeran Pekik oleh menantu sekaligus keponakannya sendiri itu tidaklah bersebab tunggal. Namun berkelindan dengan intrik dan perseteruan terselubung dan lama antara Surabaya dengan Giri (Gresik).

Berawal dari kedatangan Pangeran Giri (Gresik) ke Keraton Pleret. Ia menemui Sunan dan lama bersimpuh memeluk kaki sebelum mengiba, dan mengadu dirinya disuruh seseorang agar membunuh Sunan.

Ditanya Sunan siapa pendurhaka itu, Pangeran Giri langsung menunjuk Pangeran Pekik. Tanpa memeriksa, dalam kemarahan yang menjura, Sunan memerintahkan agar mertuanya itu dicari dan dibunuh berikut semua anggota keluarganya.

Halaman
123
Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved