TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Bandara Kulonprogo

Penyusunan Draft Hasil Pemeriksaan Laporan Warga Terdampak NYIA Sudah 80 persen

Sejak awal, Ombudsman RI wilayah DIY telah berkomitmen untuk secepat-cepatnya menyelesaikan masalah tersebut.

Penyusunan Draft Hasil Pemeriksaan Laporan Warga Terdampak NYIA Sudah 80 persen
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Suasana pencongkelan paksa rumah warga Kulonprogo, Senin (27/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ombudsman RI wilayah DIY sampai sejauh ini terus berusaha merampungkan penyusunan hasil pemeriksaan, terkait aduan masyarakat terdampak pembangunan Bandar Udara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Ketua Ombudsman RI wilayah DIY Budhi Masturi, mengatakan, penyusunan draft hasil pemeriksaan laporan kini sudah terselesaikan sekitar 80 persen.

Di tengah proses tersebut, pihaknya pun sudah meminta keterangan dari ahli hukim agraria.

"Mengenai laporan ini, kita juga sudah minta keterangan ahli hukum agraria, dari Fakultas Hukum UGM (Universitas Gajah Mada). Saya kira tidak usah disebut namanya lah, ya," katanya, Rabu (3/1/2018).

Budhi menuturkan, bahwa sejak awal, pihaknya telah berkomitmen untuk secepat-cepatnya menyelesaikan masalah tersebut.

Sebab, ia menyadari, hasil investigasi yang dilakukan Ombudsman RI wilayah DIY ini, sudah dinantikan oleh banyak orang.

"30 hari kerja setelah pelaporan, kami targetkan selesai. Berdasar perhitungan kami, jatuhnya pada 15 Januari mendatang. Sekarang sudah 80 persen," tuturnya.

Akan tetapi, meski masih memiliki waktu lebih dari satu pekan, Budhi mengatakan, kalau jajarannya bakal berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan penyusunan draft hasil pemeriksaan laporan, sebelum memasuki tenggat waktu yang ditentukan.

"Kalau bisa lebih cepat, ya lebih baik. Jumat nanti hasilnya diserahkan ke saya dan akan dibahas bersama-sama," tandasnya.

Ke depan, lanjut Budhi, setelah proses investigasi telah selesai sepenuhnya, pihaknya akan segera memanggil pihak-pihak terkait, seperti Kepolisian Resor (Polres) Kulonprpgo, Pemerintah Daerah (Pemda) Kulonprogo, Angkasa Pura (AP), hingga PLN Kulonprogo.

Terkait adanya laporan mengenai kekerasan fisik yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap warga terdampak Bandara, saat proses penggusuran di Desa Palihan, Temon, Kulonprogo beberapa waktu lalu, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Memang, ada yang lapor, mendapat intimidasi, terus kekerasan fisik. Kalau soal perobohan pohon, kemudian pencongkelan pintu, itu kan bebar-benar terjadi dan terlihat oleh mata," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help