JAQ Gencar Buru Atlet Pelajar

Swim camp yang baru pertama digelar di DIY ini berlangsung di Depok Sport Center mulai 3 hingga 7 Januari.

JAQ Gencar Buru Atlet Pelajar
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Suasana swim camp di Depok Sport Center, Rabu (3/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Masih minimnya minat masyarakat terhadap olahraga aquatik, mendorong JAQ Swimming kembali menggelar swim camp.

Melalui swim camp diharapkan menggugah minat masyarakat terhadap olahraga aquatik, khususnya renang lintasan dan renang artistik.

Swim camp yang baru pertama digelar di DIY ini berlangsung di Depok Sport Center mulai 3 hingga 7 Januari.

Kegiatan ini menyasar perenang usia anak-anak, 7-16 tahun.

"Sasaran kami memang anak-anak atau usia pelajar. Karena kami melihat banyaknya potensi atlet-atlet pelajar," kata Wisnu Wardhana, head coach JAQ Swimming, saat pembukaan swim camp, Rabu (3/1/2018).

Menurutnya swim camp ini juga sebagai sarana memasyarakatkan olahraga aquatic.

Pasalnya meski Indonesia merupakan negara maritim, namun olahraga aquatik kurang populer.

"Itu tujuan kami. Kami berharap ke depan akan semakin banyak atlet aquatik dari Indonesia. Termasuk menambah atlet renang artistik, karena renang artistik kurang peminat dibandingkan renang (lintasan)," paparnya.

Total ada 62 peserta swim camp yang berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, dan DIY.

Selama swim camp, para peserta akan mendapatkan materi renang dan renang artistik langsung dari pelatih renang kapasitas internasional, yaitu Bill Kirby, peraih medali emas Sydney Olympic tahun 2000 dan Bethany Burton dari Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, Wisnu mengatakan JAQ terus melakukan penjaringan potensi atlet renang dan renang artistik di tingkatan akar rumput.

Adapun kendala perkembangan atlet renang di daerah adalah kurangnya fasilitas yang ada.

Sehingga diharapkan hal ini segera disikapi pemerintah daerah untuk membangun fasilitas penunjang.

"Sebenar bibit-bibit atlet renang potensial itu ada, tapi terkendala sarana prasarana. Ini tugas pemda untuk menyediakan, tidak perlu standar olimpiade, mungkin bisa dimulai dengan mini olympic," ungkapnya. (*)

Penulis: ang
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help