Tiga Mahasiswa UNY Kembangkan Buku untuk Kemandirian Anak Tunagrahita

Anak-anak tunagrahita dilatih untuk melakukan aktivitas sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL).

Tiga Mahasiswa UNY Kembangkan Buku untuk Kemandirian Anak Tunagrahita
Tribun Jogja/ Santo Ari
Seorang anak tunagrahita tengah asik dengan busy book yang dikembangkan oleh masiswa UNY 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan buku untuk melatih kemandirian untuk anak tunagrahita.

Dengan buku yang diberi nama Busy Book ini, perkembangan mental anak semakin dilatih dengan latihan kemampuan merawat diri.

Anak-anak tunagrahita dilatih untuk melakukan aktivitas sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL).

Adalah Asfin Herminda Ratnaningsih dan Trisna Yulianto dari prodi Pendidikan Luar Biasa serta Fitri Ekasari dari prodi Pendidikan Luar Sekolah merancang sistem pembelajaran ini.

Busy book dibuat sedemikian rupa dan diharapkan dapat melatih kemandirian anak dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Asfin menerangakan, ADL dikenal dengan istilah bina diri yang mengacu pada suatu kegiatan yang bersifat pribadi, tetapi memiliki dampak dan berkaitan dengan human relationship.

Atas dasar itulah, mereka membuat media pembelajaran Self-Help Based Busy Book sebagai upaya meningkatkan kemampuan ADL pada anak tunagrahita. Karya mahasiswa ini berhasil mendapat beberapa apresiasi diantaranya juara pertama LKTI dalam rangka Hari Difabel Internasional di Surakarta

Lebih jauh diterangkannya, keterampilan-keterampilan yang diajarkan atau dilatihkan dalam bina diri menyangkut kebutuhan individu yang harus dilakukan sendiri tanpa dibantu oleh orang lain bila kondisinya memungkinkan.

Ia mengungkapkan, media ini digunakan untuk mempermudah melatih kemandirian anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Secara harfiah busy book berasal dari kata busy artinya sibuk dan book artinya buku.

“Busy book adalah buku yang membuat sibuk. Busy book meliputi halaman sampul dengan sesuatu yang menggembirakan untuk anak, halaman menggunakan kain berwarna krem atau warna yang terang, isinya berupa buah, tas, pelampung, tenda, sepatu, dan bunga," terangnya, Selasa (2/1/2018).

Buku ini lebih mengedepankan pendekatan visual berupa gambar tiga dimensi dalam berbagai bentuk aktivitas berbeda–beda yang lebih menonjolkan teknik praktik.

Sementara itu Trisna Yulianto menjelaskan bahwa buku ini merupakan media berbasis education games sebagai media pembelajaran ADL yang ditujukan anak tunagrahita.

Buku ini diberi penampilan warna-warni yang menarik agar anak lebih tertarik menggunakannya.

Selain itu juga diberi gantungan agar mudah dibawa dan terbuat dari bahan ringan agar tidak berat dibawa.

“Media ini memberikan pembelajaran kegiatan keseharian secara umum berupa memakai baju, celana, sepatu dan lain-lain," ulasnya. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved