Ratusan Murid Raudlatul Athfal Minitrip Temui Wawalikota Yogya

Melalui program minitrip, anak-anak sedini mungkin akan diperkenalkan berbagi hal, tentang benda dan orang-orang di sekitarnya.

Ratusan Murid Raudlatul Athfal Minitrip Temui Wawalikota Yogya
istimewa
Ratusan anak-anak RA Minitrip bertemu wakil walikota Yogya, Heroe Purwadi, di Gedung Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Selasa (2/1/2018). 

 Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke-72, ratusan Murid Raudlatul Athfal (RA) se-Yogyakarta melakukan minitrip untuk bertemu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi di Gedung Grha Pandawa Balaikota Yogya, Selasa (2/1/2018).

Minitrip merupakan satu program unggulan RA untuk melakukan pembelajaran di  luar kelas untuk menstimulasi kepekaan dan pengenalan anak-anak terhadap 'dunia luar'.

Humas Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ismulyadi mengatakan Minitrip murid Raudlatul Athfal bertemu Wakil Walikota Yogyakarta merupakan satu rangkaian dari HAB-72 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Melalui program minitrip yang diikuti oleh 150 murid ini, anak-anak sedini mungkin akan diperkenalkan berbagi hal, tentang benda dan orang-orang di sekitarnya.

Terutama tentang pengenalan terhadap lingkungan komplek kantor pemerintahan kota Yogyakarta.

"Pengenalan berbagai pola, sikap dan perilaku, kebiasaan dan sifat orang-orang yang ada disekitarnya akan membantu anak memahami aspek-aspek psikologi dari lingkungan sosialnya. Setiap anak ditakdirkan memiliki tingkat intelektual, watak, profesi dan bakat yang berbeda-beda. Ditangan pendidik yang cerdas, perbedaan-perbedaan itu justru saling melengkapi,"ujar Ismulyadi, melalui keterangan tertulis yang didapat Tribunjogja.com, Selasa (2/1/2018).

Menurutnya, Raudlatul Athfal (RA) sebagai satu lembaga pendidikan informal untuk anak usia dini yang membentuk tradisi dan kebudayaan lokal mempunyai andil besar dalam mempersiapkan masa depan anak-anak.

"Jika RA mampu memotivasi anak-anak untuk belajar keras suka berkompetisi, maka kontribusi lembaga RA sangat besar dalam menyukseskan pendidikan alternatif," terang dia.

Dijelaskan Ismulyadi, fakta banyak yang membuktikan jika murid-murid sukses dipengaruhi faktor masyarakat setempat yang mendukung aktivitas belajar anak.

Baik yang berhubungan dengan penguatan agama, moral, pengetahuan, keterampilan maupun kompetisi lainnya.

Dari pengaruh lingkungan itu, maka spirit besar menggali cita-cita akan terpatri dengan kuat, dan energi menggerakan potensi berkembang secara akseleratif.

Apalagi, menurutnya, tuntutan zaman yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan komunikasi, membuat Pendidikan Anak Usia Dini tidak mungkin hanya didapat dari keluarga saja.

"Anak-anak perlu mendapatkan stimulasi atau pembelajaran pengamatan serta pengetahuan tentang hal-hal yang akan diperlukan dalam kehidupanya," ungkapnya.  (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved