Apa Itu The Power of Silaturahim? Bagaimana Resolusi 2018? Simak Tulisan Ini

Berbagai pihak menyambut Tahun Baru 2018 dengan berbagai kegiatan sesuai dengan minat dan tradisi masing-masing.

Apa Itu The Power of Silaturahim? Bagaimana Resolusi 2018? Simak Tulisan Ini
Tribun Jabar
Aqua Dwipayana 

TRIBUNJOGJA.COM - Motivator yang merupakan pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana MSi membagi motivasi melalui Dahsyatnya The Power of Silaturahim dan Resolusi 2018. Berikut tulisan inspiratif itu:

“Barang siapa yang suka dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung tali silaturahim.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Tahun 2017 baru saja berlalu. Kini, kita sudah melangkahkan kaki memasuki gerbang Tahun Baru 2018. Berbagai pihak menyambut Tahun Baru 2018 dengan berbagai kegiatan sesuai dengan minat dan tradisi masing-masing.

Ada yang menyalakan petasan dan kembang api, ada pula komunitas yang menyambutnya dengan menggelar barbeque jagung, daging ayam, kambing, atau daging hewan ternak lainnya. Di luar gegap gempita acara hura-hura dan suka cita semacam itu, tidak sedikit pula yang menyambut momen Tahun Baru 2018 dengan mengadakan renungan sekaligus memantapkan rencana atau target yang hendak dicapai pada 2018.

Berbagai kalangan, baik individu, kelompok, dan organisasi mencoba menyusun resolusi 2018 yang berisi target-target yang hendak diwujudkan pada tahun ini. Resolusi yang baik ialah yang membui. Artinya, sesuai dengan kekuatan dan segenap potensi yang dimiliki, dengan melihat peluang dan tantangan yang (kemungkinan) dihadapi. Dengan demikian, resolusi tidak hanya memuat target-target yang ingin dicapai tetapi juga prediksi terhadap siatuasi yang dihadapi.

Sejumlah pihak memprediksi 2018 sebagai tahun politik yang penuh dinamika bagi bangsa Indonesia. Ini lantaran pada tahun ini, akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 27 Juni 2018. Ada 171 daerah di seluruh Indonesia yang bakal menggelar pilkada serentak untuk memilih pasangan gubernur-wakil gubernur dan bupati-wakil bupati/wali kota –wakil wali kota. Perinciannya, ada 17 provinsi –termasuk di Bali dan Jawa (kecuali DIY), 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018.

Tahun 2018 juga menjadi ajang pemanasan menyongsong Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Para kandidat dan partai politik yang berkepentingan dengan Pilpres 2019 diprediksi bakal memanfaatkan ajang Pilkada 2018 sebagai batu pijakan guna menapaki jalan menuju kursi RI-1 dan RI-2 itu.

Meski pilpres langsung baru mulai pada 2004 atau baru tiga kali digelar, namun pilpres yang sudah menghasilkan dua presiden itu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, berlangsung demokratis, damai, tertib, dan lancar tanpa hambatan dan huru-hara yang berarti.

Suhu politik diprediksi bakal memanas. Tapi semestinya tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan karena hal itu wajar saja terjadi sebagai konsekuensi logis meningkatnya dinamika di masyarakat, baik di tingkat akar rumput maupun elite.

Dalam catatan sejarah, Indonesia mampu menorehkan dengan tinta emas penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) langsung demokratis yang berjalan lancar, aman, dan tanpa huru-hara kerusuhan disertai kekerasan sebagaimana sempat dikhawatirkan sebelumnya.

Halaman
123
Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help