Isu Penularan Difteri Diduga Jadi Faktor Penyebab Penurunan Penjualan Terompet di Yogya

Salah satu isu yang berhembus adalah kabarnya penyakit difteri dapat ditularkan dengan medium alat tiup seperti terompet.

Isu Penularan Difteri Diduga Jadi Faktor Penyebab Penurunan Penjualan Terompet di Yogya
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Salah satu pedagang terompet di Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Merebaknya isu penyakit difteri yang sering dibicarakan akhir-akhir ini menimbulkan kepanikan tersediri.

Salah satu isu yang berhembus adalah kabarnya penyakit difteri dapat ditularkan dengan medium alat tiup seperti terompet.

Kendati demikian, para pedagang terompet mengaku tidak tahu menahu apakah hal tersebut yang menurunkan omzet penjualan terompetnya tahun ini.

"Tahun ini turun banget penjualannya, tapi tidak tahu apakah ada hubungannya dengan kasus penyakit itu (difteri)," ungkap Cipto salah satu pedagang terompet di Yogyakarta.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang terompet lainya, Sri Haryati.

Wanita ini mengaku tidak tahu mengenai isu penyakit yang dikabarkan dapat menular dengan medium terompet tersebut.

"Ya tidak tahu juga apakah itu yang bikin turun penjualan, mungkin karena lagi heboh dibicarakan penyakit itu," ujar Sri.

Terlepas dari isu apakah benar penjualan terompet menurun karena adanya isu penularan difteri, nyatanya baik Cipto maupun Sri sama-sama harus mengalami penurunan penjualan trompet dagangannya tahun ini. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved