3000 Orang Kunjungi Obyek Wisata Nglanggeran Gunungkidul Hari Ini

Peminat objek wisata minat khusus ini pun menjadi favorit bagi wisatawan untuk berburu foto pemandangan alam

3000 Orang Kunjungi Obyek Wisata Nglanggeran Gunungkidul Hari Ini
Tribun Jogja/ Tris Jumali
Kendaraan wisatawan memadati lahan parkir objek wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Minggu (31/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tris Jumali

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jumlah total pengunjung Nglanggeran dari tanggal 24 Desember sampai dengan kemarin, Minggu (31/12/2017), diketahui mencapai 10.978 orang.

Peminat objek wisata minat khusus ini pun menjadi favorit bagi wisatawan untuk berburu foto pemandangan alam yang sangat indah.

"Sekitar habis magrib sebagian wisatawan ada yang pada pergi keluar dari objek wisata Nglanggeran, mereka habis berburu foto sunset. Kalau sampai sore ini ada sekitar 3.009 orang yang masuk ke Nglanggeran" terang Haris Budiono, selaku Tim Promosi Nglanggeran, Minggu (31/12/2017).

Sebelumnya Haris menerangkan, pada hari Minggu (24/12/2017) kemarin jumlah wisatawan yang berkunjung ada sekitar 1.168 orang.

Peningkatan jumlah wisatawan ini diperkirakan karena banyaknya wisatawan dari luar kota yang datang ke DIY.

"Kalau dilihat diparkiran lebih didominasi oleh kendaraan roda empat, dan kendaraan yang berplat luar daerah, kami sudah menyiapkan semuanya. Untuk saat ini kondisi jalan menuju Nglanggeran belum terlalu padat, mungkin nanti setelah Isya," tuturnya.

Di Nglanggeran sendiri, pada saat menyambut malam pergantian tahun diadakan berbagai rangkaian acara, diantaranya ada panggung rakyat, dan pesta kembang api di tiga titik, yaitu di embung, puncak Nglanggeran, dan puncak Kampung Pitu.

Haris mengungkapkan, objek wisata Nglanggeran sudah menyiapkan alternatif tempat parkir untuk mengantisipasi membludaknya kendaraan yang masuk.

Selain itu juga telah disiapkan tempat camp untuk para wisatawan yang ingin menghabiskan malam tahun barunya di Nglanggeran.

Sebelumnya ia berharap agar jumlah pengunjung tidak membludak di Nglanggeran, dikarenakan pihaknya lebih mengutamakan pelestarian alam dibandingkan dengan mencari keuntungan.

"Kita berharap bisa menurunkan jumlah pengunjung, karena untuk menjaga kondisi alam dan konservasinya. Apabila kita paksakan di Nglanggeran, bisa saja kunjungan membludak, hanya saja kami lebih memikirkan untuk anak cucu nanti, sehingga alamnya kita jaga," terang Haris. (*)

Penulis: trs
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved