Sengaja Datang dari Wonogiri, Simbah Karmo 15 Tahun Jualan Terompet di Yogya

Baginya, jualan terompet itu seperti sebuah ritual tahunan yang musti dilakukan demi ekonomi keluarga.

Sengaja Datang dari Wonogiri, Simbah Karmo 15 Tahun Jualan Terompet di Yogya
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Lapak terompet milik Karmo yang dijajakan di Jalan Jenderal Sudirman, setelah jembatan Gondolayu. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Seorang lelaki tua mengenakan kaos oblong dan topi penutup kepala, pagi itu tampak terduduk di halte pemberhentian bus kota di Jalan Jenderal Sudirman.

Sorot matanya tajam memandangi setiap gerak lalu lalang kendaraan yang tengah melintas.

Tampak dihadapannya sebuah bilah bambu yang dibuat berdiri sedemikian rupa untuk menggantung barang dagangannya.

Ia adalah Mbah Karmo, si penjual terompet musiman.

Menjelang perayaan tahun baru, ia sengaja datang dari Wonogiri ke Yogya hanya untuk mengadu nasib dengan berjualan terompet.

Kerlap kerlip aneka warna dari terompet yang terpapar sinar matahari, tampak sekilas menyilaukan mata.

Warna-warni yang dipantulkan tampak menggoda sekali untuk dipandang.

Mbah Karmo bercerita, menjelang perayaan tahun baru seperti ini, ia mengaku sengaja datang dari Wonogiri ke Yogya untuk mengadu nasib berjualan terompet.

Baginya, jualan terompet itu seperti sebuah ritual tahunan yang musti dilakukan demi ekonomi keluarga.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved