TribunJogja/

Misteri Bangunan Rumah Menyerupai Gereja di Yogyakarta Terungkap

bangunan menyerupai gereja yang berada di RW.04, RT.10 Sayidan, Prawiwodirjan, Gondomanan, Yogyakarta, viral di media sosial

Misteri Bangunan Rumah Menyerupai Gereja di Yogyakarta Terungkap
TRIBUNJOGJA.COM | Pradito Rida
Suasana bangunan yang menyerupai gereja di pinggir gang daerah Sayidan, nampak suasana sepi terlancar di gang tersebut dan sesekali ada lalu lalang pengendara agau pejalan kaki yang melintas, Jumat (22/12/2017). 

Satu bangunan menyerupai gereja yang berada di RW.04, RT.10 Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta, viral di media sosial sepekan terakhir. Rumah itu ramai dikunjungi warga yang hanya ingin berpose berlatar belakang bangunan yang didominasi warna putih dengan desain bak bangunan di Eropa.

Tribunjogja.com pun mulai menyusuri sebuah gang yang mana menjadi akses masuk untuk ke bangunan tersebut. Dari sisi luar, nampak bangunan itu tengah dibangun untuk bagian timurnya, beberapa pekerja bangunan pun tengah sibuk bekerja untuk menyelesaikan sebuah bangunan di bagian timur itu.

Tembok yang membentuk sebuah pagar pun berdiri kokoh menutupi bangunan tersebut. Suasana sunyi menyelimuti bangunan yang terdapat di antara gang ini, hanya suara orang tengah mengaduk semen atau membawa material bangunan yang terdengar dari luar. Sesekali beberapa warga sekitar melintas di gang tersebut baik berjalan kaki dan menggunakan motor, kegiatan itu membuat suasanan di gang tak begitu sepi.

Sebelumnya, bangunan itu tak pernah terlihat jelas dari pinggir jalan karena tertutup oleh bangunan lain. Dahulu, Jika ingin melihat bangunan itu harus masuk gang untuk melihat lebih dekat. Namun semenjak bangunan di sampingya dipugar, bangunan itu tampak jelas sehingga menarik perhatian banyak orang.

Memang jika dilihat sepintas, bangunan dengan gaya Eropa ini terlihat seperti sebuah gereja. Untuk mengetahui kebenaran dan sejarah akan bangunan besar itu tribunjogja.com bertemu dengan Ketua RW.04 yaitu Sujoko (62).

Menurut pria yang mengenakan kemeja lengan panjang ini, bangunan tersebut sudah lama didirikan dan saat ini memang sudah tidak pernah dihuni oleh pihak keluarga dari pemilik bangunan.

Diceritakanya pula, kalau dulunya bangunan ini adalah rumah pribadi milik seorang warga setempat, bukannya sebuah gereja yang kerap beredar pada khalayak luas, khususnya masyarakat Kota Yogyakarta.

"Dulu di situ hanya rumah biasa dan untuk produksi batik dan ditinggali oleh sebuah keluarga, tapi sekarang memang kosong. Jadi bukan Gereja, wong kegiatan seperti di Gereja saja tidak pernah ada kok. Ya bisa dikatakan bangunan itu rumah pribadi tapi bentuknya menyerupai Gereja," katanya saat ditemui di rumahnya, Jumat (22/12/2017).

TEMPAT FOTO KEKINIAN - Sejumlah warga berfoto dengan latar belakang bangunan tua di Sayidan, Yogyakarta, (Rabu 20/12/2017). Tempat tersebut menjadi salah satu bukan tempat wisata yang banyak digemari anak muda untuk berfoto ria.
TEMPAT FOTO KEKINIAN - Sejumlah warga berfoto dengan latar belakang bangunan tua di Sayidan, Yogyakarta, (Rabu 20/12/2017). Tempat tersebut menjadi salah satu bukan tempat wisata yang banyak digemari anak muda untuk berfoto ria. (TRIBUNJOGJA.COM | Bramasto Adhy)

Laki-laki berambut putih ini mengungkapkan bahwa memang dulunya bangunan ini didirikan untuk usaha pembuatan batik. Namun karena pemiliknya meninggal, maka lambat-laun mulai ditinggalkan anak-anaknya. 

Diakuinya pula, bahwa ia sempat mengeyahui proses pembangunan bangunan tersebut. Mengenai alasannya membuat bangunan itu dengan gaya Eropa belum diketahui secara pasti olehnya, ia berasumsi bahwa pemiliknya dulu ialah seorang arsitek.

Halaman
123
Penulis: rid
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help