Ini Komentar Mantan Penolak Bandara Tentang Kelompok Warga Penolak NYIA

Hingga kini, mereka masih bertahan tinggal di rumah masing-masing yang juga tercakup dalam lokasi pembangunan bandara.

Ini Komentar Mantan Penolak Bandara Tentang Kelompok Warga Penolak NYIA
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Pekerja tengah memperbaiki sebuah unit bulldozer yang terdiam di petak lahan pembangunan bandara di wilayah Kragon II, Palihan. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Proses pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon tak berjalan tanpa rintangan.

Ada gelombang penolakan dari sebagian warga terdampak yang tak ingin tenah dan tempat tinggalnya tergusur oleh megaproyek tersebut.

Mulanya, penolakan datang dari kelompok warga Wahana Tri Tunggal yang sudah bersuara lantang sejak masa sosialisasi ataupun sebelum proses pembebasan lahan dilakukan.

Setelah berbagai konflik dan perjalanan waktu, sebagian anggota kelompok ini lalu berbalik arah dan merelakan tanahnya dipakai untuk pembangunan bandara sekaligus mengajukan permohonan diskresi penilaian ulang aset bangunan, tanaman, dan sarana pendukung lain (SPL) terdampak bandara oleh appraisal.

Dari situ, perpecahan terjadi di tubuh kelompok tersebut.

Warga yang tetap bersikeras menolak akhirnya bergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP).

Berbeda dengan WTT, kelompok ini cenderung tidak memiliki struktur organisasi dan masing-masing anggotanya berjuang sendiri meski terkoordinasi.

Baca: WTT Minta Angkasa Pura 1 Tegas Kosongkan Lahan

Saat ini, berdasar informasi dihimpun di lapangan, setidaknya ada 32 rumah anggota PWPP-KP di Palihan dan Glagah yang menyatakan menolak pembangunan bandara.

Warga melintas di depan deretan alat berat dari proyek pembangunan bandara di Temon yang terparkir di pinggir jalan. tampak di latar belakang, rumah milik warga penolak pembangunan bandara.
Warga melintas di depan deretan alat berat dari proyek pembangunan bandara di Temon yang terparkir di pinggir jalan. tampak di latar belakang, rumah milik warga penolak pembangunan bandara. (TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu)

Hingga kini, mereka masih bertahan tinggal di rumah masing-masing yang juga tercakup dalam lokasi pembangunan bandara.

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved