Home »

DIY

» Sleman

Banyak Penambang di Lereng Gunung Merapi yang Abai Pada Keselamatan

Para penambang biasanya hanya mengambil praktisnya saja tanpa prosedur yang benar terutama pengamanan tubuh.

Banyak Penambang di Lereng Gunung Merapi yang Abai Pada Keselamatan
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
Aktivitas penambangan pasir menggunakan alat berat di wilayah Kepuharjo, Cangkringan , Selasa (11/10/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Longsornya tambang pasir manual di kawasan lereng Gunung Merapi tepatnya di bantaran Sungai Bebeng, Kaliurang, Srumbung, Magelang, Senin (18/12/2017) lalu menjadi keprihatinan bersama.

Tak terkecuali di kawasan lereng Gunung Merapi di wilayah Sleman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan menjelaskan terdapat sejumlah titik penambangan manual di lereng Merapi di antaranya Kecamatan Turi, Pakem, dan Cangkringan.

"Jadi Cangkringan, ada Pakem, Turi, Banyak kegiatan penambangan rakyat yang tidak terpantau," jelasnya, Selasa (19/12/2017).

"Paling sering terjadi (longsor) penambangan rakyat," timpalnya.

Lanjut Makwan, banyak penambang yang kurang cermat memperhatikan risiko saat menambang.

Para penambang biasanya hanya mengambil praktisnya saja tanpa prosedur yang benar terutama pengamanan tubuh.

Baca: Upaya Pencarian Korban Terduga Hilang di Longsor Tambang Srumbung Tunggu Laporan Masyarakat

"Namanya manual hanya mencari gampang. Sistem menambangnya jugruke bisa menjadi longsor. Rata-rata mereka tidak punya alat yang safety," terangnya.

Makwan pun mengimbau kepada penambang agar peka terhadap tanda-tanda longsor.

Halaman
123
Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help