TribunJogja/

Pelatih Sepakbola Putri DIY Bermimpi DIY Miliki Tim yang Solid dan Disegani

Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki potensi bagus untuk mengembangkan sepakbola putri.

Pelatih Sepakbola Putri DIY Bermimpi DIY Miliki Tim yang Solid dan Disegani
istimewa
Sonya Januari Putri 

TRIBUNJOGJA.COM- Meski tim sepakbola putri Daerah Istimewa Yogyakarta gagal melaju ke semifinal Women Football Road To Asian Games Pertiwi Cup 2017 usai kalah adu penalti dari Jawa Barat pada babak 8 besar, bukan berarti Pelatih Tim DIY, Sonya Januari Putri berhenti menggali potensi pesepakbola putri di DIY.

Menurut Sonya, minimnya ajang sepakbola putri yang ada di Indonesia membuat banyak pesepakbola putri di Yogyakarta yang memilih futsal sebagai 'pelariannya'.

"Even sepakbola putri yang rutin di Indonesia itu kan jarang. Jadi pemain mungkin berpikir daripada nganggur mending beralih ke futsal. Anak-anak Jogja basic-nya sepakbola, jiwanya sepakbola, saya tinggal memoles saja," ujar Sonya.

Meskipun telah berkeluarga dan juga memilki kesibukan di dunia akademis, namun Sonya tak berhenti mencurahkan tenaga serta pikiran untuk olahraga sepakbola dan juga futsal yang membersarkan namanya.

Beruntung, sang suami dapat memahami kesibukan Sonya sebagai pelatih sepakbola dan futsal.

Hal tersebut karena sang suami ternyata juga merupakan manajer di klub sepakbola putri yang dilatih oleh Sonya.

"Kita sama-sama saling suport, suami punya wadah, saya punya kemampuan, jadi kita sama-sama saling suport memajukan pesepakbolaan putri Yogya," ujar pelatih yang kini sedang menempuh S2 di Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa ini.

Menurut Sonya, Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki potensi bagus untuk mengembangkan sepakbola putri.

Masing-masing kabupaten yang memiliki tim sepakbola putri merupakan modal awal bagus yang tidak dimiliki daerah lainnya.

Meski pun memiliki modal yang bagus, namun menurut Sonya tim sepakbola putri di DIY harus dikelola secara baik dan memiliki manajemen yang bagus, dan harus terus melakukan pembinaan pemain usia muda agar regenerasi pesepakbola putri terus berlanjut.

"Kalau mereka punya manajemen tim yang bagus, pembibitan pemain yang bagus, mungkin Jogja akan menjadi tim yang disegani di Indonesia. Kalau Jogja bersatu pasti akan menjadi tim yang kuat," ujar Sonya.

Bukan hanya itu saja, kendala yang kerap dihadapi oleh Sonya untuk memajukan sepakbola putri DIY adalah kuatnya sifat kedaerahan yang dimiliki.

Sonya memberikan gambaran, ketika ada satu tim yang mewakili DIY bertanding di kancah nasional, ia kesulitan untuk meminjam pemain dari kabupaten lain untuk memperkuat timnya karena para pemain tidak dilepas timnya.

"Misalnya pada ajang Pertiwi Cup 2017, banyak pemain senior dari DIY yang justru dilepas timnya untuk memperkuat daerah lain. Padahal timnya sendiri juga mengirimkan wakil untuk bertanding," ungkap Sonya.

"Harapannya DIY punya satu tim yang kuat dan merupakan satu tim gabungan dari seluruh klub yang ada di Yogyakarta yang solid dan minimal diperhitungkan di Indonesia," kata wanita yang kini juga menjadi Asisten Dosen di Universitas Cokroaminoto Yogya ini. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help