Bandara Kulonprogo

Puluhan Warga Masih Menolak Pembangunan Bandara Kulonprogo

Informasi dihimpun, penolakan itu datang dari 17 kepala keluarga (KK) di Glagah dan 15 KK di Palihan.

Puluhan Warga Masih Menolak Pembangunan Bandara Kulonprogo
TRIBUNJOGJA.com / Hasan Sakri
Sejumlah warga menunggui rumah milik warga yang menolak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) saat berlangsung proses pembersihan pohon dan bangunan di Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Selasa (5/11/2017). Saat ini sedang berlangsung proses pengosongan bangunan yang telah kosong dan ditargetkan pada bulan Desember ini proses pengosongan telah tuntas termasuk untuk rumah-rumah warga yang menolak dan masih ditempati. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Puluhan warga di Palihan dan Glagah hingga kini masih menyatakan penolakannya terhadap proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon.

Mereka bahkan menolak penilaian ulang asetnya yang terdampak pembangunan bandara meski diberi kesempatan oleh tim pengadaan tanah pembangunan bandara tersebut.

Informasi dihimpun, penolakan itu datang dari 17 kepala keluarga (KK) di Glagah dan 15 KK di Palihan.

Kepala Desa Glagah, Agus Parmono mengatakan, warga hingga kini memang masih bersikeras menolak lahannya terpakai untuk proyek pembangunan bandara.

Sebelumnya sempat ada dua orang warga penolak di Pedukuhan Bapangan dan Kepek yang menyatakan siap dinilai ulang asetnya oleh appraisal.

"Namun, belakangan ini mereka berubah pikiran lagi, tidak mau di-appraisal ulang,"kata Agus, Senin (11/12/2017).

Baca: AP I Serius Percepatan Pembangunan Bandara, SP III Pengosongan Lahan Siap Dilayangkan Pekan Ini

Dia mengaku tak tahu persis alasan warga berubah pikiran.

Hal itu sangat disayangkannya karena justru akan mendatangkan banyak kerugian bagi warga bersangkutan apabila tetap menolak.

Seorang warga Pedukuhan Sidorejo Glagah, Suratmi menegaskan bahwa dirinya menolak digusur oleh pembangunan bandara.

Ia enggan pindah dari rumah yang masih dihuninya saat ini meski berada dalam cakupan areal Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara.

Ia juga menolak menerima surat penetapan konsinyasi dana pembebasan lahan maupun surat peringatan pengosongan lahan.

"Saya ngga tahu isinya apa dan ngga mau tahu. Pokoknya nolak dan saya ngga mau (pindah),"kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved