Perguruan Tinggi Perlu Membangun Pusat Unggulan Kemaritiman

Perguruan tinggi perlu membangun klaster kemaritiman untuk mendorong pengembangan sektor maritim

Perguruan Tinggi Perlu Membangun Pusat Unggulan Kemaritiman
dok.humas UGM
Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, dalam Kongres Maritim II Kedaulatan Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat: Mengawal Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia di Balai Senat UGM, Sabtu (9/12/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perguruan tinggi perlu membangun klaster kemaritiman untuk mendorong pengembangan sektor maritim Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, dalam Kongres Maritim II “Kedaulatan Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat: Mengawal Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia" di Balai Senat UGM, Sabtu (9/12/2017).

“Peran akdemisi sangat diharapkan dalam pembangunan kemaritiman. Selalu saya kampanyekan setiap datang ke universitas-universitas, kalau bisa kampus memiliki klaster maritim,” kata Havas.

Havas berharap, ke depan perguruan tinggi dapat membangun klaster maritim sebagai pusat diskusi ilmiah para akademisi terkait pengembangan bidang kemaritiman.

Selain itu, juga menjadi wadah untuk berbagai informasi para akademisi tentang program kemaritiman dan kelautan.

“Bisa dilakukan assasment internal terkait program unggulan apa saja yang dapat dilakukan universitas. Ke depan bisa diadakan pertemuan antar klaster maritim berbagai universitas dan bisa ditemukan inovasi baru,” tuturnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda DIY, Gatot Saptadi, mengatakan untuk mempercepat pencapaian kembali budaya nusantara bahari salah satunya dengan menerapkan geostrategi jangka pendek.

“Hal itu bisa dilakukan melalui pendidikan berbasis budaya bahari dan membiasakan gemar makan ikan laut untuk meningkatkan konsumsi kalori per kapita,” katanya.

Diilhami oleh semangat bahari yang pernah menjadi keunggulan bangsa, lanjutnya, perlu membangun negara maritim yang maju, mandiri dan bermartabat dan berbasis poros maritim dunia yang didukung dengan tol laut menjadi sarana konektivitas laut nusantara.

Hal tersebut membutuhkan dukungan strategi budaya untuk menyiapkan generasi muda yang berkeyakinan diri, memiliki wawasan kebaharian dan keterampilan bahari yang andal.

“Strategi ini merupakan pemicu bagi transformasi jangka panjang menuju budaya Indonesia yang lebih berorientasi pada kebaharian generasi mudanya,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keamanan Laut, Laksamana Madya Arie Soedewo, dalam kesempatan itu menyoroti tentang keamanan laut Indonesia.

Menurutnya, keamanan laut bisa terwujud dengan menjalin sinergi antar lembaga terkait.

“Sinergi tidak bisa terwujud jika masing-masing ingin menonjol. Sinergi dapat terjalin karena kepercayaan,” tuturnya. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved